Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPuluhan Ton Sampah Organik di Kota Mojokerto Bisa Diolah Jadi Eco Enzim,...

Puluhan Ton Sampah Organik di Kota Mojokerto Bisa Diolah Jadi Eco Enzim, Ning Ita Dorong PKK Jadi Pelopor

Mojokerto-(satujurnal.com)
Puluhan ton sampah organik yang dihasilkan setiap hari di Kota Mojokerto mulai diarahkan menjadi potensi ramah lingkungan melalui pengolahan eco enzim. Upaya ini diperkuat lewat pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah, Selasa (28/4/2026).

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Ia menyebut langkah ini menjadi kunci untuk menekan volume sampah secara signifikan.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah peraturan presiden yang harus kita laksanakan bersama,” tegasnya.

Menurut Ning Ita, sapaan akrabnya, Kota Mojokerto menghasilkan sekitar 36 ton sampah organik setiap hari. Angka tersebut menjadi peluang besar untuk diolah menjadi eco enzim yang bermanfaat.

“Setiap hari Kota Mojokerto itu menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk bisa dikelola menjadi eco enzim,” ujarnya.

Ia kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Kewajiban ini telah diatur sejak 2008, namun pelaksanaannya masih membutuhkan penguatan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, Ning Ita berharap anggota TP PKK mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan dan menjadi contoh di lingkungan masing-masing.

“Karena PKK ini adalah sebuah organisasi yang tugasnya mendukung program pemerintah, saya minta panjenengan bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Terkait gerakan mengelola sampah organik menjadi eco enzim, agar pelatihannya tidak sia-sia dan PKK bisa jadi uswah hasanah,” pungkasnya.

Eco enzim merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayur yang dicampur gula dan air. Cairan ini berwarna cokelat dengan aroma asam manis, serta dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan alami, pupuk, pestisida, hingga pembersih rumah tangga.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular