Jombang-(satujurnal.com)
Kegiatan pengajian dan istighosah massal kembali memadati sebuah desa dengan ratusan jemaah yang hadir pada malam hari, dalam rangkaian program pengajian keliling yang telah berjalan selama enam tahun.
Kegiatan ini dipimpin KH Muhammad Najib Muhammad atau Yai Najib, dengan tujuan memperkuat spiritualitas sekaligus membangun hubungan sosial masyarakat melalui pendekatan langsung ke desa-desa.
Pengajian yang digelar secara bergilir setiap bulan ini menjangkau berbagai desa, menghadirkan warga dari berbagai kalangan.
Dalam kegiatan tersebut, jemaah mengikuti rangkaian doa, istighosah, serta tausiyah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kedekatan kepada Allah SWT dan peran sosial di tengah masyarakat.
Yai Najib menjelaskan, gerakan ini dirancang untuk membangun dua kekuatan utama dalam diri masyarakat. Pertama, keterikatan spiritual melalui doa dan istighosah. Kedua, pembentukan karakter sosial keagamaan yang berorientasi pada akhlak.
“Kita mendoakan untuk diri kita, keluarga, masyarakat, dan tentunya untuk bangsa ini agar menjadi Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur,” ujar Yai Najib di hadapan jemaah.
Sejak pertama kali digelar, metode pengajian keliling ini terus dipertahankan. Setiap bulan, lokasi berpindah dari satu desa ke desa lain untuk memastikan jangkauan yang lebih luas. Pola ini dinilai efektif karena mendekatkan kegiatan keagamaan langsung ke lingkungan masyarakat.
Antusiasme warga terus meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu jemaah mengaku merasakan dampak positif dari kehadiran pengajian tersebut.
“Masyarakat di desa mana pun yang mengikuti pengajian ini merasakan kenyamanan dan merasa rezekinya dilancarkan melalui amalan Jalbur Rizqi yang dipimpin oleh Yai Najib,” ungkapnya.
Konsistensi selama enam tahun menjadikan pengajian ini tidak hanya sebagai agenda rutin, tetapi juga ruang pembinaan akhlak dan penguat ketenangan batin warga. Kegiatan ini terus diharapkan mampu menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat di tingkat desa.(rial)



