Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat sinergi dengan Ikatan Penjabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dalam upaya mendongkrak investasi sekaligus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini diambil setelah disadari bahwa potensi pajak dari transaksi pertanahan , khususnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), masih belum tergali optimal.
Kolaborasi ini ditegaskan dalam acara “Sinergitas Pemkot dengan IPPAT” yang digelar di Rumah Rakyat, Selasa (5/5/2026), dihadiri Wali Kota Ika Puspitasari, para notaris, PPAT, serta perwakilan dinas terkait.
“Kalau investasi meningkat, maka ekonomi akan bergerak. Dampaknya, lapangan kerja terbuka, pengangguran berkurang, dan kesejahteraan masyarakat ikut naik,” tegas Ning Ita, sapaan walikota saat membuka acara.
Ia menekankan, target pertumbuhan ekonomi nasional hanya bisa dicapai jika daerah turut berkontribusi melalui kebijakan pro-investasi yang konkret dan terukur. Namun, ia juga mengingatkan bahwa investasi harus berjalan beriringan dengan optimalisasi PAD, bukan semata untuk menarik modal, tapi juga memastikan setiap rupiah yang masuk memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah.
“Setiap transaksi tanah harus taat aturan, termasuk kewajiban pajaknya. Ini penting untuk mendukung kemandirian fiskal daerah,” ujarnya tegas.
Ning Ita menyebut, peran PPAT sangat krusial karena mereka menjadi pintu pertama dalam proses legalisasi transaksi properti. Dengan memastikan semua dokumen lengkap dan pajak lunas sebelum akta ditandatangani, PPAT secara langsung menjadi garda depan dalam mengamankan pendapatan daerah.
Untuk mempermudah investor, Pemkot Kota Mojokerto berkomitmen menyediakan data tata ruang yang transparan dan mudah diakses. Informasi zonasi wilayah, mulai dari kawasan perdagangan, jasa, hingga permukiman akan dibagikan kepada notaris dan PPAT agar bisa menjadi panduan awal bagi calon investor.
“Langkah ini penting mengingat luas wilayah Kota Mojokerto yang terbatas, sehingga pemanfaatan lahan harus tepat dan terarah,” jelas Ning Ita.
Kolaborasi tidak berhenti di situ. Pemkot juga mendorong integrasi data antara pemerintah, IPPAT, dan instansi terkait seperti BPN dan Dinas Penanaman Modal. Data investasi yang akurat dan saling terhubung akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang presisi, sekaligus menjadi indikator nyata pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau datanya valid dan saling terhubung, kita bisa melihat perkembangan ekonomi secara nyata dan mengambil kebijakan yang tepat,” cetusnya.
Dengan sinergi ini, Kota Mojokerto optimistis mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Keterbatasan wilayah bukan lagi hambatan, melainkan peluang untuk fokus pada investasi berkualitas tinggi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan, kita bisa hadirkan masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh rakyat Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita menutup sambutannya.(one/hms)



