Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangHadiri Haul ke-55 KH Wahab Hasbullah di Jombang, Gibran Sebut Mbah Wahab...

Hadiri Haul ke-55 KH Wahab Hasbullah di Jombang, Gibran Sebut Mbah Wahab Kiai “Paket Komplit”

Jombang-(satujurnal.com)
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu siang (10/5/2026), dalam rangka peringatan Haul ke-55 pahlawan nasional KH Wahab Hasbullah atau yang akrab disapa Mbah Wahab.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (10/5/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri peringatan Haul ke-55 Pahlawan Nasional KH. Wahab Hasbullah, atau yang akrab disapa Mbah Wahab.

Di hadapan ribuan santri yang memadati halaman pesantren, orang nomor dua di negeri ini menyampaikan pesan kuat. Santri adalah masa depan bangsa dengan keunggulan kompetitif perpaduan antara intelektualitas dan akhlak mulia.

“Mbah Wahab adalah sosok teladan. Beliau kiai yang paket komplit, tidak hanya mumpuni secara ilmu agama tetapi juga ilmu umum, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tidak perlu diragukan lagi,” ujar Gibran mengawali sambutannya.

Mantan Wali Kota Solo tersebut menekankan, jika di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman yang kian cepat, santri harus tetap percaya diri.

“Santri tidak boleh kalah dengan pelajar umum lainnya. Santri punya nilai plus, yaitu akhlakul karimah,” tegasnya.

Acara semakin hidup ketika Gibran mengadopsi gaya interaktif khas ayahnya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Ia mengajak dua santri naik ke atas panggung utama, lalu memberi pertanyaan seputar wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum. Setelah keduanya menjawab dengan lugas, Gibran memberikan hadiah spesial berupa sepeda sebagai bentuk apresiasi.

Secara tandas Gibran menyebut, nama Mbah Wahab bukan hanya sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, tapi juga sebagai simbol keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan nasionalisme. Tiga pilar yang menurutnya masih sangat relevan hingga kini.

Di akhir sambutannya, Gibran berharap Pondok Pesantren Tambakberas terus menjadi inkubator pemimpin masa depan, bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh secara mental, cinta tanah air, dan berakhlak mulia.

“Dari sini lahir pemimpin-pemimpin yang membawa Indonesia lebih maju, tanpa kehilangan jati diri sebagai umat beragama dan bangsa yang berdaulat,” pungkasnya.

Kehadiran Gibran di acara haul ini bukan semata penghormatan terhadap sejarah, tapi juga pernyataan politik budaya. Bahwa santri tetap menjadi tulang punggung peradaban Indonesia, dan pemerintah hadir untuk mendukung mereka melalui pendidikan, motivasi, dan akses kesempatan yang adil. (rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular