Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoWagub NTB Datangi Kota Mojokerto, Pelajari Strategi Sukses Turunkan Stunting

Wagub NTB Datangi Kota Mojokerto, Pelajari Strategi Sukses Turunkan Stunting

Mojokerto-(satujurnal.com)
Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga menyentuh level 0,92% pada 2026 ,turun drastis dari 4,84% di tahun 2021, kini menjadi magnet bagi daerah lain. Wakil Gubernur Nusantara Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, datang langsung bersama rombongan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB untuk mempelajari strategi percepatan penurunan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto.

Kunjungan studi tiru tersebut diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran di Sabha Mandala Madya Balaikota Mojokerto, Rabu (13/5/2026).

Wagub NTB mengaku sengaja memilih Kota Mojokerto karena dinilai mampu menurunkan angka stunting secara signifikan lewat kolaborasi lintas sektor dan inovasi hingga tingkat lingkungan masyarakat.

“Kami hadir di sini ingin mengetahui langsung, Kota Mojokerto dengan sejumlah intervensi dan program keroyokan yang dilaksanakan secara bersama mendapatkan angka penurunan stunting yang cukup tinggi. Kami tertarik untuk hadir dan rupanya salah satu yang menjadi keunggulan Kota Mojokerto adalah banyaknya inovasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, melainkan kesungguhan pemimpin daerah serta keterlibatan masyarakat hingga lapisan paling bawah.

“Kesungguhan hati, pola pendekatan dan sentuhan langsung dari pimpinan sampai ke tingkat bawah jauh lebih penting untuk menunjukkan kesuksesan dari setiap program,” katanya.

Indah juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai capaian nyata bagi masyarakat.

“Saya bangga dapat mengunjungi Kota Mojokerto yang dipimpin oleh seorang perempuan, kita melihat realita apa saja prestasi yang sudah ditorehkan,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, strategi penanganan stunting di Kota Mojokerto dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui penguatan layanan kesehatan dan inovasi berbasis masyarakat.

Intervensi dilakukan mulai dari pemantauan kesehatan remaja putri, pendampingan calon pengantin, pemeriksaan ibu hamil, pendampingan ibu pasca melahirkan, hingga pemantauan tumbuh kembang balita.

Pemkot Mojokerto juga menjalankan sejumlah inovasi seperti Canting Gula Mojo, Gempa Genting, serta penguatan peran kader motivator kesehatan di seluruh wilayah Kota Mojokerto.

Hasilnya, angka stunting di Kota Mojokerto terus turun setiap tahun. Berdasarkan data ePPGBM, prevalensi stunting turun dari 4,84 persen pada 2021 menjadi 3,12 persen pada 2022, lalu 2,04 persen pada 2023, 1,54 persen pada 2024, 1,07 persen pada 2025, hingga mencapai 0,92 persen pada 2026.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto mendapat insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,3 miliar.

“Penurunan stunting Kota Mojokerto signifikan setiap tahun dan akhir 2025 kami mendapat insentif fiskal Rp6,3 miliar dari pemerintah pusat,” ujar Ning Ita.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut ditopang ribuan kader kesehatan yang aktif melakukan pendampingan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

“Kami punya 1.619 kader motivator kesehatan, 99 persen perempuan, yang menjadi ‘tentara’ penggerak kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kota Mojokerto juga telah menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat melalui Gempa Genting jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterapkan pemerintah pusat.

“Sebelum program MBG berjalan, Kota Mojokerto sudah lebih dulu menerapkan pola penyediaan makanan bergizi melalui program Gempa Genting,” pungkasnya.

Kunjungan studi tiru tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antardaerah dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular