Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoWali Kota Mojokerto Wanti-wanti Ormas soal Penyusupan Kelompok Anarko

Wali Kota Mojokerto Wanti-wanti Ormas soal Penyusupan Kelompok Anarko

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meminta seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Mojokerto meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyusupan kelompok anarko. Peringatan itu disampaikan saat membuka Forum Diskusi Ormas di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Selasa (19/5/2026).

Di hadapan 176 perwakilan ormas, wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyinggung insiden pembakaran Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Agustus tahun lalu. Peristiwa tersebut disebut sebagai contoh nyata pergerakan kelompok anarko di Jawa Timur.

“Itu adalah bagian dari kelompok anarko yang menyusup. Padahal sore harinya Kapolda dan Gubernur sudah menemui para pendemo secara langsung. Tapi kecolongan beberapa jam setelah itu terjadi kebakaran. Ini adalah kelompok yang memecah belah persatuan,” kata Ning Ita.

Forum diskusi tersebut mengangkat tema Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dan Memperkuat Persatuan dalam Wadah NKRI Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Dalam arahannya, Ning Ita mengungkapkan Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini tengah aktif memburu kelompok anarko. Menurutnya, pola yang kerap digunakan ialah menyusup ke organisasi resmi untuk menunggangi agenda organisasi.

“Teman-teman BIN sekarang sedang berburu kelompok anarko itu karena mereka rata-rata menyusup ke dalam organisasi resmi. Seolah-olah itu agenda ormas, padahal organisasinya tidak demikian. Tolong Bapak-Ibu jaga ormasnya masing-masing jangan sampai disusupi, karena mereka tidak kelihatan,” tegasnya.

Ning Ita juga menegaskan kritik dan penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara legal dan damai, tanpa tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas Kota Mojokerto yang selama ini dikenal sebagai Kota Harmoni. Apalagi, Kota Mojokerto baru menerima apresiasi sebagai Kota Toleran 2026.

“Jangan sampai Kota Mojokerto yang terkenal sebagai Kota Harmoni oleh Kementerian Agama, dan baru sebulan lalu menerima apresiasi sebagai Kota Toleran 2026, tercederai oleh masuknya kelompok-kelompok anarko secara halus ke ormas panjenengan semuanya,” ujarnya.

Sebagai ruang penyampaian aspirasi masyarakat, Pemkot Mojokerto juga membuka kanal “Curhat Ning Ita” untuk menampung kritik dan saran warga secara terbuka.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular