Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoBuka Rakor APEKSI Komwil IV di Bali, Ning Ita Serukan Kolaborasi Hadapi...

Buka Rakor APEKSI Komwil IV di Bali, Ning Ita Serukan Kolaborasi Hadapi Tekanan Fiskal

Bali-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh pemerintah kota di Indonesia memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tekanan ekonomi global, keterbatasan fiskal daerah, hingga persoalan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ajakan tersebut disampaikan perempuan yang akrab disapa Ning Ita saat membuka Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Prama Sanur, Denpasar, Bali, 22-23 Mei 2026. Dalam forum itu, Ning Ita hadir mewakili Ketua APEKSI.

Menurut Ning Ita, forum Komwil memiliki posisi strategis karena menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk menyampaikan persoalan daerah sekaligus merumuskan solusi dan rekomendasi yang akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI di Medan.

“Komwil ini adalah ujung tombaknya APEKSI dalam menyuarakan berbagai tantangan dan juga merumuskan solusi atau rekomendasi. Menjadi forum berbagi cerita bagi kita kota-kota untuk kemudian ditularkan, disebarluaskan, dan menjadi pembelajaran bagi kota-kota lainnya,” ujarnya.

Ia menilai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini semakin kompleks. Mulai dari dampak tekanan ekonomi global terhadap kondisi nasional, kebijakan pengendalian belanja pegawai, hingga keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

“Semua membutuhkan kebijakan yang tepat serta solusi yang bijaksana. Berangkat dari berbagai persoalan yang kita hadapi itulah, maka salah satu strategi penting yang harus kita jalankan adalah melalui kolaborasi,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan, sinergi antardaerah menjadi langkah penting agar pemerintah kota mampu saling memperkuat kapasitas dan bertukar inovasi pembangunan.

“Melalui Komwil di level regional maupun APEKSI di level nasional, mari kita saling berbagi dan saling bahu-membahu menghadapi berbagai persoalan hingga mampu terus menjalankan roda pemerintahan dan menghasilkan inovasi demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga memaparkan sejumlah program strategis APEKSI, salah satunya penyusunan buku City Branding dan Center of Excellence yang memuat potensi unggulan 98 kota anggota APEKSI sebagai media promosi daerah.

Ia kemudian mencontohkan potensi unggulan Kota Mojokerto di sektor industri alas kaki yang telah dipromosikan dalam ajang Indonesian Fair 2026 di Nagoya, Jepang. Produk unggulan Kota Mojokerto tetap tampil di forum internasional meski daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

“Kita tidak boleh patah semangat. Kita tidak boleh menyerah. Tantangan yang ada harus menjadi pemicu untuk terus berinovasi dan mencari solusi,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ning Ita mengingatkan seluruh anggota APEKSI agar tidak pasrah menghadapi situasi yang ada dan terus memperkuat kerja sama antardaerah demi keberhasilan pembangunan.

“Intinya kita semua tidak boleh pasrah dengan berbagai tantangan dan keadaan yang ada. Mari kita jadikan tantangan itu untuk terus berinovasi dan mencari solusi melalui kolaborasi demi suksesnya pembangunan di daerah kita masing-masing,” pungkasnya.

Selain membahas rekomendasi untuk Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026, Rakor Komwil IV juga diramaikan pagelaran seni budaya dan pameran produk UMKM dalam Denpasar City Expo. Pada ajang tersebut, Kota Mojokerto menampilkan sendratasik berjudul Suluh Bubat. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular