Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangWisuda Akhir Ponpes Madienah Jombang, Cetak Santri Hafiz dan Kuasai Bahasa Inggris

Wisuda Akhir Ponpes Madienah Jombang, Cetak Santri Hafiz dan Kuasai Bahasa Inggris

Jombang-(satujurnal.com)
Pondok Pesantren (Ponpes) Madienah Denanyar, Kecamatan Jombang Kota, Kabupaten Jombang, menggelar prosesi wisuda santri kelas akhir dengan suasana khidmat dan penuh haru, Senin (25/5/2026). Sebanyak 168 santri putra dan putri resmi diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan dari berbagai jurusan sekolah formal di bawah naungan pesantren tersebut.

Dalam prosesi wisuda yang dihadiri keluarga santri dan jajaran pengasuh pesantren itu, capaian akademik para lulusan turut menjadi sorotan. Tercatat 22 santri telah dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit melalui berbagai jalur seleksi. Sebagian lainnya bersiap melanjutkan pendidikan ke kampus swasta unggulan hingga perguruan tinggi luar negeri.

Pengasuh Ponpes Madienah, Kyai Muhamad Najib Muhamad, menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian para wisudawan. Menurutnya, para santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga kemampuan akademik dan bahasa asing.

“Mereka rata-rata sudah hafal sekian juz Al-Qur’an dan terutama ilmu-ilmu gramatika—kalau dalam bahasa kitab namanya Imriti. Kemudian, mereka juga menguasai bahasa Inggris karena bahasa Inggris menjadi bahasa wajib di pondok ini,” ujar Kyai Muhamad Najib di sela acara.

Ia menjelaskan, sistem pendidikan di Ponpes Madienah tetap mempertahankan tradisi pesantren melalui pembelajaran kitab salaf atau kitab kuning. Metode pengajaran dilakukan dengan perpaduan bahasa Arab dan bahasa Jawa, sementara bahasa Inggris diterapkan sebagai bahasa komunikasi wajib sehari-hari di lingkungan pondok.

Menurut Kyai Muhamad Najib, keseimbangan antara ilmu agama dan pengetahuan umum menjadi ciri utama lulusan Ponpes Madienah. Karena itu, para santri didorong terus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan semangat optimisme.

Menutup sambutannya, ia berpesan agar para alumni tetap menjaga komitmen terhadap ilmu yang telah diperoleh selama mondok.

“Harapan ke depan, setelah lulus mereka tetap berkomitmen terhadap ilmu yang didapat. Menjadi apa saja, jadilah yang paling bermanfaat. Sebagaimana khairunnas anfahum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain, dengan tetap membawa disiplin ilmu dari para santri,” pungkasnya.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular