Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoKota Mojokerto Gaspol Berantas TB, Skrining Massal dengan Portable X-Ray Dimulai

Kota Mojokerto Gaspol Berantas TB, Skrining Massal dengan Portable X-Ray Dimulai

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Kick Off Skrining Sistematis Tuberkulosis Serentak di Puskesmas Kedundung, Selasa (2/6/2026). Program ini ditandai dengan pemanfaatan teknologi portable X-ray untuk memperluas jangkauan deteksi dini TB hingga tingkat kelurahan.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan langkah pencegahan TB harus dilakukan secara masif dan sistematis mengingat karakteristik Kota Mojokerto yang memiliki kepadatan penduduk tinggi serta mobilitas masyarakat yang sangat dinamis sebagai pusat jasa dan perdagangan.

“Kondisi ini memungkinkan penularan TB terjadi lebih cepat apabila tidak dilakukan deteksi dan penanganan secara dini. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara masif dan sistematis,” kata Ning Ita.

Menurutnya, percepatan eliminasi TB di Kota Mojokerto perlu dilakukan lebih cepat dibanding target nasional yang ditetapkan pada 2030. Hal itu dinilai memungkinkan karena luas wilayah Kota Mojokerto relatif kecil sehingga intervensi, pemantauan, dan pengawasan dapat dilakukan lebih efektif.

“Wilayah Kota Mojokerto relatif tidak terlalu luas, hanya seperti satu kecamatan di wilayah kabupaten. Sehingga perumusan yang tepat, intervensi, pemantauan, dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh,” terangnya.

Pada tahap awal, sebanyak 65 peserta mengikuti pemeriksaan dan skrining kesehatan. Pemerintah Kota Mojokerto selanjutnya akan memprioritaskan skrining bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TB, seperti lanjut usia (lansia), penyandang komorbid, masyarakat dengan kondisi malnutrisi, serta balita stunting.

Pemanfaatan portable X-ray diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus TB sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Strategi ini juga menjadi bagian dari upaya menekan angka penularan di tengah tingginya aktivitas masyarakat di Kota Mojokerto.

Ning Ita juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mendukung program eliminasi TB dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang mengarah pada TB.

Pelaksanaan skrining serentak tersebut mendapat respons positif dari warga. Salah satu peserta, Siti Rochayah, warga Kelurahan Purwotengah, mengaku terbantu dengan layanan pemeriksaan yang disediakan pemerintah.

“Walaupun saya merasa sehat, dengan adanya skrining ini saya bisa mengetahui apakah menderita TB atau tidak. Jika ternyata terdeteksi TB, pengobatan bisa segera dilakukan sehingga tidak semakin parah dan tidak menular kepada orang lain,” ujarnya.

Siti menilai layanan skrining yang semakin dekat dengan masyarakat akan mendorong lebih banyak warga melakukan deteksi dini dan memperoleh penanganan yang tepat apabila ditemukan gejala TB.

Melalui skrining sistematis yang didukung teknologi portable X-ray, Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan semakin banyak kasus TB dapat ditemukan sejak dini sehingga upaya penanganan berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif. Langkah ini menjadi bagian dari target mewujudkan Kota Mojokerto bebas tuberkulosis pada tahun 2028. (one/ hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular