Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoRibuan Jamaah Padati TBM, Ning Ita Ajak Doakan Kota Mojokerto Bersama Gus...

Ribuan Jamaah Padati TBM, Ning Ita Ajak Doakan Kota Mojokerto Bersama Gus Iqdam

Mojokerto-(satujurnal.com)
Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto diisi dengan nuansa religius melalui penyelenggaraan Pengajian Akbar bersama ulama muda populer, Gus Iqdam (Muhammad Iqdam Kholid). Acara yang digelar di Taman Bahari Majapahit (TBM) pada Minggu malam (7/6/2026) ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.

Kehadiran Gus Iqdam, pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar dan pemimpin Majelis Sabilu Taubah, menjadi magnet utama yang menyatukan hati warga dalam doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Kota Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam sambutannya menegaskan, kemeriahan hari jadi tidak hanya soal hiburan, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual. Ia mengajak seluruh hadirin mendoakan kota agar senantiasa dilimpahi berkah dan dijauhkan dari musibah.

“Insyaallah malam ini kita semua kelimpahan berkah. Khusus untuk Kota Mojokerto yang sedang memperingati hari jadinya yang ke-108, kami mohon doa dan restu dari panjenengan semua,” ujar Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Gus Iqdam, berharap ulama dengan jutaan pengikut digital tersebut dapat terus meramaikan dakwah di Kota Mojokerto.

Ning Ita pun mengingatkan keterkaitan historis Kota Mojokerto dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Menurutnya, bulan Juni memiliki makna istimewa karena dikenal sebagai Bulan Bung Karno.

Ia menjelaskan, masa kecil Soekarno banyak dihabiskan di Kota Mojokerto. Selama kurang lebih delapan setengah tahun, Bung Karno tinggal, bersekolah, dan menjalani masa pertumbuhan di kota tersebut.

“Kita memiliki Galeri Soekarno Kecil yang menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah masa kecil Bung Karno. Jika sejarah beliau sebagai presiden banyak dikenang di Blitar, maka sejarah masa kecilnya ada di Kota Mojokerto,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Ning Ita juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang menjadi bagian dari tema Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, yakni Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Mojokerto terus memperluas akses melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kota Mojokerto yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Sementara pada sektor kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai lebih dari 95 persen warga.

“Alhamdulillah, angka stunting di Kota Mojokerto saat ini kurang dari satu persen. Ini jauh di bawah target nasional. Artinya, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul,” jelasnya.

Selain itu, Kota Mojokerto juga berhasil mempertahankan predikat sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia selama lima tahun berturut-turut. Prestasi tersebut menjadi indikator keberhasilan berbagai inovasi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran Gus Iqdam membawa warna tersendiri dalam acara tersebut. Dikenal dengan gaya dakwah humoris, santai, dan inklusif, Gus Iqdam berhasil merangkul jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat, masyarakat umum, hingga kelompok marjinal seperti anak jalanan dan mantan punk.

Melalui majelis taklim Sabilu Taubah dan eksistensi digitalnya yang viral di TikTok dan YouTube dengan jargon seperti “Dekengan Pusat” dan “Wonge Teko?”, ia menyampaikan pesan agama tanpa menghakimi. Suasana pengajian berlangsung khidmat namun hangat, menjadi sarana silaturahmi efektif yang menanamkan nilai kebaikan dan mempererat persatuan warga.

Pemerintah Kota Mojokerto berharap rangkaian peringatan hari jadi, termasuk pengajian akbar ini, tidak semata menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, acara ini dimaksudkan sebagai tanda syukur, penguat keimanan di tengah gempuran pembangunan fisik, serta doa kolektif untuk masa depan kota yang lebih sejahtera. Dengan menggabungkan aspek spiritual dan pencapaian pembangunan SDM, Kota Mojokerto berupaya menunjukkan bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan ketenangan hati dan keberkahan hidup warganya. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular