Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoSenam Bersama Meriahkan HUT Kota Mojokerto, Ning Ita Ajak Warga Lawan Budaya...

Senam Bersama Meriahkan HUT Kota Mojokerto, Ning Ita Ajak Warga Lawan Budaya Mager

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ratusan warga memadati Taman Bahari Majapahit (TBM), Sabtu (13/6/2026), untuk mengikuti Senam Bersama dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-108 Kota Mojokerto. Melalui kegiatan bertema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram itu, warga diajak melawan budaya malas bergerak atau mager yang semakin menguat di tengah perkembangan teknologi digital.

Kegiatan yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Prajurit Kulon tersebut berlangsung meriah. Selain diikuti berbagai kalangan masyarakat, panitia juga menyediakan sejumlah hadiah menarik dengan hadiah utama seekor kambing.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi antusiasme warga yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan program nasional yang mendorong masyarakat aktif bergerak dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita bersyukur akhir pekan ini masih diberikan nikmat sehat sehingga bisa melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram bersama masyarakat Kelurahan Prajurit Kulon. Germas adalah gerakan yang mengajak seluruh masyarakat untuk aktif bergerak demi menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ning Ita menyoroti perubahan gaya hidup masyarakat di era digital yang cenderung semakin pasif. Kemudahan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin tinggi, menurutnya, menjadi salah satu faktor berkurangnya aktivitas fisik.

“Kita tahu saat ini gadget menjadi salah satu alasan besar masyarakat untuk mager. Tetapi saya bersyukur masyarakat Prajurit Kulon tetap aktif bergerak, rajin mengikuti senam, dan menjaga kebugaran. Ini luar biasa,” katanya.

Suasana senam semakin semarak dengan beragam kostum yang dikenakan peserta. Ada yang mengenakan pakaian olahraga, busana kasual, hingga pakaian bermotif tradisional yang mencuri perhatian.

Menurut Ning Ita, kondisi tersebut menunjukkan olahraga dapat dilakukan siapa saja tanpa harus mengenakan perlengkapan khusus.

“Sekarang olahraga tidak harus dengan pakaian olahraga. Pakai jarik, pakai kebaya pun tetap bisa aktif bergerak. Yang terpenting adalah kemauan untuk sehat dan terus bergerak,” tuturnya.

Ia menegaskan Germas harus menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Kota Mojokerto. Karena itu, warga didorong untuk meluangkan waktu berolahraga secara rutin minimal lima hari dalam sepekan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

“Olahraga tidak harus yang berat. Tidak harus lari 5 kilometer atau bersepeda puluhan kilometer. Gerakan stretching dan kardio ringan yang dilakukan secara rutin sudah sangat baik untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ning Ita mengingatkan pentingnya menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai penyakit yang muncul akibat kurang bergerak dan pola hidup tidak sehat.

“Salam sehat untuk Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108. Semoga masyarakatnya sehat, kotanya maju, semuanya berkah dan bahagia,” pungkasnya.

Kegiatan senam bersama ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto yang menggabungkan unsur hiburan, kebersamaan, dan edukasi kesehatan. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto berharap budaya hidup sehat semakin mengakar di tengah masyarakat. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular