Malang-(satujurnal.com)
Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menggelar Kirab Budaya Sedekah Bumi dalam rangka Bersih Desa, Sabtu (20/6). Perayaan tahunan itu menyedot perhatian warga dengan hadirnya gunungan hasil bumi berbentuk kuda jingkrak setinggi dua meter yang dirancang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kirab budaya berlangsung meriah dengan iring-iringan gunungan dan ancak berisi hasil bumi dari masing-masing RW menuju pendapa desa. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki dan perlindungan yang diberikan Allah SWT.
Sejak siang hari, warga memadati jalur kirab untuk menyaksikan grebeg gunungan yang berisi palawija, buah-buahan, sayur-mayur, nasi tumpeng, dan nasi kuning. Berbeda dari gunungan berbentuk kerucut pada umumnya, sejumlah RW menghadirkan kreasi baru menyerupai hewan.
RW 3 menampilkan gunungan berbentuk tikus, sementara RW 10 menghadirkan gunungan berbentuk ular naga. Namun perhatian terbesar tertuju pada RW 4 atau Kampung Karya yang menampilkan gunungan berbentuk kuda jingkrak bernama “Si Jaka”, akronim dari jaran kacang.
Sekretaris RW 4, Andri Nurpujo, mengatakan gunungan tersebut sebagian besar tersusun dari kacang panjang dan berbagai hasil bumi lainnya.
“Untuk membuat gunungan kuda setinggi dua meter ini, kami menghabiskan kacang panjang satu kuintal, buncis 50 kilogram, lombok merah 10 kilo, wortel 10 kilo, dan juga hasil bumi lainnya,” kata Andri.
Ia menjelaskan seluruh bahan berasal dari sumbangan warga RW 4 yang dikumpulkan secara gotong royong. Rumahnya bahkan dijadikan posko pengumpulan bahan selama proses persiapan berlangsung.
Menurut Andri, ide membuat gunungan kuda muncul setelah mencari referensi desain melalui teknologi AI.
“Awalnya saya mencari ide gunungan berbentuk kuda ini dengan memanfaatkan teknologi AI untuk mendapatkan model gunungan yang unik dan berbeda dari yang lain. Dengan bantuan AI akhirnya saya bisa mendapatkan gambar gunungan jaran kacang lengkap dengan kerangka dan bahan-bahannya,” ujarnya.
Dukungan warga mengalir selama proses pengerjaan yang berlangsung sekitar dua pekan. Mulai dari pembuatan kerangka bambu hingga pemasangan kacang panjang, sayuran, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya, seluruhnya dikerjakan secara swadaya oleh warga.
Saat kirab berlangsung, sebanyak 16 pemuda mengenakan busana tradisional bernuansa Bali mengarak gunungan Si Jaka sejauh sekitar 1,5 kilometer menuju pendapa desa.
Setelah seluruh gunungan tiba di lokasi, acara dilanjutkan dengan doa syukur dan keselamatan yang dipimpin kyai setempat. Suasana kemudian mencapai puncaknya saat tradisi “jabutan” dimulai. Warga tanpa menunggu aba-aba langsung berebut hasil bumi yang tertancap di gunungan untuk dibawa pulang.
Tradisi jabutan diyakini sebagai simbol ngalap berkah dari hasil bumi yang telah didoakan. Dalam hitungan menit, gunungan yang sebelumnya berdiri megah habis diperebutkan warga.
Kemeriahan jabutan menjadi penutup rangkaian Sedekah Bumi Desa Bedali 2026 yang digelar bertepatan dengan 4 Sura atau 4 Muharam 1448 Hijriah. Warga pun pulang dengan wajah gembira sambil membawa hasil bumi dan harapan dapat kembali merayakan tradisi serupa pada tahun mendatang.(one/sst)



