Mojokerto-(satujurnal.com)
Ekonomi kreatif dan digital yang tumbuh pesat di Kota Mojokerto akan menjadi salah satu potret penting dalam Sensus Ekonomi 2026. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, kejujuran masyarakat dalam memberikan data akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ning Ita saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.
Menurut Ning Ita, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi perekonomian terkini, termasuk sektor-sektor baru yang berkembang pesat seiring kemajuan teknologi.
“Pergerakan ekonomi kreatif dan ekonomi digital sekarang sangat besar kontribusinya terhadap perekonomian. Karena itu seluruh aktivitas ekonomi, termasuk yang berbasis media sosial dan teknologi digital, perlu didata agar gambaran ekonomi Indonesia menjadi lebih lengkap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak generasi muda saat ini memperoleh penghasilan melalui aktivitas berbasis digital, seperti kreator konten, pengembang startup, pelaku perdagangan daring, hingga berbagai profesi yang memanfaatkan internet sebagai sarana utama usaha. Seluruh aktivitas ekonomi tersebut perlu terdata agar pemerintah memiliki gambaran yang utuh mengenai struktur ekonomi masyarakat.
Di Kota Mojokerto, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 didukung oleh 99 petugas yang akan melakukan pendataan secara door to door hingga 31 Agustus 2026.
“Sensus ekonomi dilakukan untuk memperoleh data yang valid dan akurat terkait gambaran perekonomian masyarakat Kota Mojokerto. Karena itu saya mengajak seluruh warga untuk menerima petugas sensus dan memberikan jawaban yang jujur atas setiap pertanyaan yang diajukan,” kata Ning Ita.
Ia menegaskan, petugas sensus dapat dikenali melalui rompi bertuliskan “Petugas Sensus Ekonomi 2026” dan dilengkapi surat tugas resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Warga diminta tidak ragu menerima kedatangan petugas yang melakukan pendataan dari rumah ke rumah.
“Tolong petugas itu diterima. Masing-masing akan datang ke rumah secara bergiliran dan akan memberikan beberapa pertanyaan kepada panjenengan. Salah satunya adalah melakukan validasi terkait dengan data kependudukan panjenengan,” tuturnya.
Ning Ita juga memastikan data yang dihimpun tidak berkaitan dengan perpajakan. Seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Data yang Panjenengan sampaikan akan dilindungi dan tidak disebarluaskan. Yang dipublikasikan nanti adalah data statistiknya, bukan nama perorangan. Karena itu tidak perlu khawatir dan sampaikan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Menurut Ning Ita, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, penyediaan infrastruktur, hingga penentuan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Jika hasil sensus menunjukkan sektor ekonomi kreatif berkembang pesat, maka pemerintah dapat mengambil kebijakan yang mendukung sektor tersebut, seperti penyediaan ruang publik, co-working space, maupun fasilitas pendukung lainnya. Karena itu kejujuran dalam memberikan data sangat menentukan ketepatan kebijakan yang akan diambil pemerintah,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala BPS Kota Mojokerto Insaf Santoso bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto. (one/hms)



