Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKota MojokertoMajapahit Kembali Berdenyut Lewat Kirab Budaya Mojo Bangkit 2026

Majapahit Kembali Berdenyut Lewat Kirab Budaya Mojo Bangkit 2026

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ribuan warga memadati sepanjang rute Kirab Budaya Mojo Bangkit 2026 dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, Sabtu (27/6/2026). Meski cuaca terik, antusiasme masyarakat tak surut. Mereka rela berdesakan di tepi jalan untuk menyaksikan parade budaya yang menghidupkan kembali kisah kejayaan Kerajaan Majapahit melalui beragam atraksi seni dan teatrikal.

Sebanyak 1.080 peserta ambil bagian dalam kirab yang dimulai dari Alun-alun Wiraraja, melintasi Jalan Majapahit, Jalan Bhayangkara, hingga berakhir di depan Balai Kota Mojokerto. Sepanjang rute, suasana berubah menjadi lautan penonton yang menikmati setiap penampilan dengan penuh semangat.

Kirab budaya dilepas langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, didampingi Wakil Wali Kota Rahman Sidarta Arisandi. Hadir pula unsur Forkopimda, DPRD, Kodim 0815, Polres Mojokerto Kota, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Mengusung tema “Banjaran Majapahit”, kirab menampilkan perjalanan sejarah tiga era penting Kerajaan Majapahit, mulai masa Dyah Wijaya, kepemimpinan Tribuana Tunggadewi, hingga puncak kejayaan pada masa Prabu Hayam Wuruk.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, Kirab Budaya Mojo Bangkit bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang untuk merawat sejarah dan memperkuat jati diri Kota Mojokerto sebagai pewaris peradaban Majapahit.

“Kirab Budaya Mojo Bangkit merupakan cerminan semangat kita untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ning Ita menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi misi kedua Pancacita Kota Mojokerto. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ingatan sejarah dengan mengutip pesan Presiden pertama RI, Soekarno, “Jas Merah” atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.

Menurutnya, semangat Mojo Bangkit memiliki makna filosofis sebagai kebangkitan Kota Mojokerto di berbagai sektor kehidupan yang berpijak pada nilai-nilai luhur Majapahit.

Kemegahan kirab semakin terasa lewat pertunjukan sendratasik yang mengisahkan lahirnya Kerajaan Majapahit, dipadukan dengan teatrikal kebangkitan generasi muda sebagai simbol estafet perjuangan membangun masa depan.

Suasana semakin bergemuruh ketika Marching Band Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut tampil memukau dengan atraksi musik dan formasi yang rapi. Penampilan tersebut menjadi salah satu sajian yang paling banyak menyita perhatian masyarakat.

Tak kalah meriah, berbagai kesenian tradisional seperti Reog, Jaran Kepang, Barongsai, hingga Bantengan turut memeriahkan kirab. Ragam budaya Nusantara berpadu dalam satu panggung kebersamaan yang memperlihatkan wajah Kota Mojokerto sebagai kota yang terbuka dan kaya akan tradisi.

“Saya punya harapan besar Kirab Budaya Mojo Bangkit menjadi ikon seni budaya tahunan Kota Mojokerto yang mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung,” pungkas Ning Ita.

Kirab Budaya Mojo Bangkit 2026 menjadi salah satu agenda paling semarak dalam rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto. Tak hanya menyuguhkan hiburan, perhelatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan Majapahit, sekaligus mempererat kebersamaan warga Kota Mojokerto.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular