Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoHipertensi dan Diabetes Jadi Kasus Tertinggi PTM di Kota Mojokerto

Hipertensi dan Diabetes Jadi Kasus Tertinggi PTM di Kota Mojokerto

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kasus penyakit tidak menular (PTM) di Kota Mojokerto masih menjadi perhatian serius. Data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto tahun 2026 mencatat sekitar 8.500 kasus hipertensi dan 3.987 penderita diabetes, disusul 15 kasus baru kanker serviks sepanjang semester pertama.

Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat sebagai langkah utama menekan risiko PTM.

Ajakan itu disampaikan saat kegiatan Sinergi Kader Motivator dalam Evaluasi dan Penguatan Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Menuju Masyarakat Sehat di Balai Pertemuan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Rabu (8/7/2026).

Di hadapan kader motivator, Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), tenaga kesehatan, dan penyuluh KB, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan keberhasilan pencegahan PTM sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari lingkungan sekitar.

“PTM itu faktor utamanya bersumber dari pola hidup manusianya. Oleh karena itu, tugas kita bersama di sini adalah memberikan edukasi sekaligus keteladanan yang nyata di tengah masyarakat tentang bagaimana menerapkan gaya hidup yang sehat,” kata Ning Ita.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut memengaruhi pola hidup masyarakat. Kemudahan layanan digital membuat aktivitas fisik semakin berkurang, sementara konsumsi makanan cepat saji dan olahan yang tinggi gula semakin meningkat.

Karena itu, Ning Ita mengimbau masyarakat lebih memilih makanan alami dan bergizi serta membiasakan aktivitas fisik setiap hari.

“Pilihlah makanan yang real food dan kurangi jajanan olahan. Selain itu, mari luangkan waktu untuk bergerak aktif minimal setengah jam setiap hari. Olahraganya disesuaikan dengan usia saja, tidak harus yang berat, yang terpenting adalah istiqomah atau konsisten,” pesannya.

Selain menjaga pola hidup, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya deteksi dini, terutama terhadap kanker serviks. Ia mengajak perempuan yang telah menikah untuk rutin menjalani pemeriksaan Pap Smear agar penyakit dapat diketahui sejak tahap awal.

“Kanker leher rahim kalau diketahui sejak awal, penanganan bisa segera dilakukan. Monggo ibu-ibu, jangan takut melakukan Pap Smear sebelum terlambat ke stadium lanjut,” ujarnya.

Ning Ita berharap kolaborasi kader kesehatan, tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat mampu memperkuat upaya pencegahan PTM di Kota Mojokerto sehingga angka kesakitan dapat terus ditekan.

“Mari kita jaga pola hidup, pilih asupan yang sehat, aktif bergerak, dan rutin memeriksakan kesehatan. Dengan sinergi dan komitmen bersama, insyaallah masyarakat Kota Mojokerto akan semakin sehat, bugar, dan produktif,” katanya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular