Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalWabup Bojonegoro Ajak PSJB Susun Mulok Sastra Jawa untuk Sekolah

Wabup Bojonegoro Ajak PSJB Susun Mulok Sastra Jawa untuk Sekolah

Bojonegoro-(satujurnal.com)
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-44 Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) melahirkan dorongan kuat agar Sastra Jawa masuk dalam kurikulum muatan lokal (mulok) di sekolah. Usulan itu disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat menjadi keynote speaker dalam sarasehan sastra yang digelar di Kafe Bucu, Kecamatan Trucuk, Rabu (22/7/2026).

Perayaan organisasi yang berdiri sejak 6 Juli 1982 tersebut diisi sarasehan bertema Menelaah Posisi Sastra Jawa Saat Kini, bedah buku, serta pembahasan teknik menembus media cetak. Acara menghadirkan seniman Arieyoko sebagai moderator, dengan narasumber Widodo Basuki dari Majalah Jayabaya dan Kukuh Setya Wibawa dari Majalah Penyebar Semangat.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menilai Sastra Jawa memiliki peran penting membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi.

“Sastra Jawa memiliki peran kuat dan penting dalam perkembangan budi serta pekerti kita. Khususnya anak-anak,” tegasnya.

Ia berharap PSJB segera menyusun materi muatan lokal Sastra Jawa untuk diterapkan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Bojonegoro.

“Khususnya untuk murid SD dan SMP di Bojonegoro,” harapnya.

Nurul juga menyatakan, apabila materi tersebut telah tersedia, PSJB diminta melakukan pembaruan atau revisi sesuai kebutuhan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, siap memfasilitasi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Harapan itu langsung disambut Ketua PSJB, Nono Warnono, yang baru menjabat sekitar dua bulan menggantikan JFX Hoery.

“Kami segera menyiapkan muatan lokal itu, Bu,” ujarnya.

Dalam sesi sarasehan, Widodo Basuki mengingatkan pentingnya menjaga kaidah penulisan Sastra Jawa. Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak bergantung pada kecerdasan buatan dalam berkarya.

“Jangan terpikat menggunakan mesin AI dalam berkarya. Itu sama saja mematikan kreatifitas menulis,” pesannya.

Sementara itu, Kukuh Setya Wibawa menegaskan penulis Sastra Jawa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan kualitas karya.

“Banyak naskah penulis muda terkirim ke Penyebar Semangat, saya menyeleksinya penuh hati-hati. Terutama pada tema, alur, metafora dan ejaan yang digunakan,” katanya.

Rangkaian peringatan HUT ke-44 PSJB juga dimeriahkan penampilan pembaca gurit dari pelajar SD dan SMP, serta sastrawan Aming Aminoedin dari Surabaya dan Dhanu Priyo Prabowo dari Yogyakarta.

Perayaan tahun ini ditutup dengan penandatanganan Prasasti PSJB 2026 yang memuat tiga komitmen utama, yakni melestarikan, mengajarkan, dan memperjuangkan perkembangan Sastra Jawa; menegaskan Sastra Jawa sebagai bagian dari sejarah NKRI yang memiliki nilai luhur sepanjang masa; serta memastikan estafet Sastra Jawa terus diwariskan kepada Generasi Z dan generasi berikutnya.(one/sst)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular