Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memiliki peran vital menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus menjadi garda terdepan dalam penanganan awal saat terjadi bencana. Peran tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga iklim investasi dan mendukung pembangunan di Kota Mojokerto.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Linmas dalam Mewujudkan Kampung Siaga Bencana Kelurahan Meri di Suident Camp, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Ning Ita, Kota Mojokerto memiliki keterbatasan sumber daya alam. Karena itu, kekuatan utama daerah berada pada kualitas sumber daya manusia serta kemampuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
“Potensi terbesar yang bisa kita persembahkan untuk memajukan Kota Mojokerto adalah memberikan kenyamanan, memberikan iklim yang kondusif, sehingga masyarakat yang hadir merasa seperti di rumahnya sendiri. Potensi itulah yang harus terus kita jaga, dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk peran aktif Satlinmas,” ujarnya.
Ia mencontohkan,
berkembangnya kawasan kafe di Kuwung, Kelurahan Meri, yang tumbuh secara alami tanpa dirancang sebagai kawasan industri dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kawasan tersebut kini menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kota Mojokerto.
Perkembangan itu, kata Ning Ita, harus diimbangi dengan keamanan dan ketertiban lingkungan agar masyarakat maupun pengunjung merasa nyaman.
“Tanpa campur tangan pemerintah menyediakan kawasan industri, di sana tumbuh industri perkafean. Ini luar biasa dan harus kita dukung dengan menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan tertib. Jangan sampai masyarakat yang datang merasa tidak nyaman karena praktik parkir liar, pemalakan, atau gangguan keamanan lainnya,” tegasnya.
Selain menjaga keamanan, Satlinmas juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Ning Ita menyebut Kelurahan Meri memiliki kerawanan banjir karena dilintasi sejumlah sungai besar, serta potensi kebakaran seiring berkembangnya kawasan kuliner.
Meski pembangunan dan revitalisasi sungai menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun provinsi, ia mengajak masyarakat tetap berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan sungai melalui kerja bakti rutin.
“Kita memang tidak memiliki kewenangan membangun atau merevitalisasi sungai karena itu merupakan aset pemerintah pusat. Namun kita tetap bisa berperan dengan menjaga kebersihan sungai melalui kerja bakti rutin agar potensi banjir dapat diminimalkan,” jelasnya.
Ning Ita juga menyoroti pentingnya keberadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto yang baru dibentuk untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat.
Menurutnya, Satlinmas harus mampu memberikan respons awal sekaligus menenangkan warga sebelum petugas penanganan bencana tiba di lokasi.
“Satlinmas harus mampu menjadi penenang masyarakat dan melakukan penanganan awal sebelum petugas datang. Karena itu pelatihan seperti ini menjadi sangat penting,” katanya.
Di akhir sambutannya, Ning Ita berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap sepulang dari kegiatan ini Satlinmas Kelurahan Meri semakin kompak, semakin semangat, serta mampu mewujudkan Kelurahan Meri yang aman, nyaman, kondusif, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana,” tandasnya.(one/hms)



