Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaHPK Matangkan Kongres Kebudayaan Nusantara, Telusuri Jejak Peradaban di Lima Wilayah

HPK Matangkan Kongres Kebudayaan Nusantara, Telusuri Jejak Peradaban di Lima Wilayah

Surabaya-(satujurnal.com)
Upaya menelusuri kembali akar peradaban Nusantara akan menjadi fokus utama Kongres Kebudayaan Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Pendopo Kabupaten Malang. Forum ini dirancang sebagai ruang bersama untuk memperkuat jati diri bangsa melalui kajian sejarah, nilai budaya, dan warisan peradaban dari berbagai daerah di Indonesia.

Menjelang pelaksanaan kongres, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Penghayat Kepercayaan (DPP HPK) menggelar Pra Kongres secara daring melalui Zoom, Minggu (2/8/2026). Mengusung tema “Menggali Jejak-jejak Peradaban Kebudayaan Nusantara Menemukan Akar Jati Diri Bangsa”, pertemuan tersebut menyatukan pandangan peserta mengenai arah dan tujuan kongres.

Ketua Umum DPP HPK, Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH., MH., menjelaskan Kongres Kebudayaan Nusantara akan digelar secara bertahap di lima daerah yang memiliki jejak penting dalam sejarah peradaban Indonesia.

Malang menjadi lokasi pertama dengan fokus penelusuran Kerajaan Kanjuruhan. Selanjutnya kongres berlanjut ke Jawa Barat untuk mengkaji jejak Tarumanegara dan Kerajaan Pajajaran, kemudian ke Jawa Tengah yang mengangkat peradaban Wangsa Sanjaya.

Rangkaian kegiatan juga akan digelar di Sumatera Utara dengan tema penelusuran jejak Wangsa Syailendra, sebelum ditutup di Bali yang dipilih karena dinilai memiliki posisi penting sebagai pusat spiritual dalam khazanah budaya Nusantara.

“Semoga Kongres di lima daerah itu berjalan sukses dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hadi Prajoko, Minggu (2/8/2026).

Pra Kongres juga menjadi ruang penyampaian aspirasi dari berbagai daerah. Sejumlah peserta mengusulkan pembentukan organisasi kebudayaan tingkat nasional sebagai wadah kolaborasi pelestarian budaya di Indonesia.

Selain itu, muncul dorongan agar pemerintah memperkuat perlindungan terhadap budaya asli Indonesia melalui regulasi yang memadai. Peserta juga menilai peringatan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa perlu terus diperkuat sebagai bagian dari pengakuan terhadap keberagaman budaya bangsa.

Aspirasi lain menekankan pentingnya hasil Kongres Kebudayaan Nusantara dapat diakses masyarakat luas, sehingga tidak berhenti pada dokumentasi kegiatan, tetapi menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

Pra Kongres ditutup dengan komitmen melanjutkan pembahasan melalui agenda Pra Kongres berikutnya sebagai bagian dari pematangan materi sebelum Kongres Kebudayaan Nusantara digelar di Kabupaten Malang.(hm/one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular