Mojokerto-(satujurnal.com)
DPD Partai Golkar Kota Mojokerto menetapkan peta jalan politik menuju Pemilu 2029 melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026. Forum tersebut memutuskan target perolehan lima kursi DPRD Kota Mojokerto pada Pemilu Legislatif 2029 sebagai prioritas konsolidasi organisasi selama lima tahun ke depan.
Keputusan itu menjadi rekomendasi strategis Rakerda yang berlangsung di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 1–2 Agustus 2026.
Forum tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Dr. H. Ali Mufti, S.Ag., M.Si., bersama jajaran pengurus provinsi, pengurus DPD Partai Golkar Kota Mojokerto, pimpinan kecamatan, serta organisasi Hasta Karya.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Mojokerto, Agus Wahyudi Utomo mengatakan, hasil Rakerda menjadi pedoman kerja politik seluruh kader dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Kami ingin membangun organisasi yang hidup, mampu menyerap aspirasi masyarakat, melahirkan kader berkualitas, dan menawarkan solusi atas persoalan publik. Kepercayaan rakyat hanya bisa diraih melalui kerja politik yang konsisten,” katanya.
Anggota DPRD Kota Mojokerto dua periode itu menegaskan target lima kursi DPRD merupakan mandat politik yang harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Seluruh kader harus hadir membawa solusi, membangun kepercayaan publik, dan memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan,” tandasnya.
Rakerda mengusung tema “Golkar Kota Mojokerto Solid, Rapatkan Barisan Raih Kemenangan”. Agenda pembahasan meliputi penyusunan program kerja, evaluasi organisasi, serta rekomendasi strategis menghadapi agenda politik lima tahun mendatang.
Sidang pleno dipimpin Rosidi Idhom dengan agenda pembahasan tata tertib, pemaparan program kerja oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, pandangan umum pimpinan kecamatan serta organisasi Hasta Karya, sidang komisi program, komisi rekomendasi, hingga sidang paripurna penetapan hasil Rakerda.
Dalam sidang rekomendasi, peserta menyepakati penguatan konsolidasi organisasi sebagai fondasi menghadapi Pemilu 2029. Regenerasi kader, penguatan struktur partai, serta perluasan basis dukungan masyarakat menjadi strategi yang disepakati dalam forum tersebut.
Agus Wahyudi menilai kemenangan politik hanya dapat diraih melalui organisasi yang solid, disiplin, dan bekerja secara berkelanjutan.
“Politik karya harus dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih memperkuat organisasi lebih dahulu, membangun kader, dan memastikan setiap keputusan partai berpihak pada kepentingan publik. Dari fondasi itulah kemenangan politik akan lahir,” katanya.
Kehadiran Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur bersama jajaran pengurus provinsi memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memberi dukungan terhadap langkah Golkar Kota Mojokerto menyiapkan agenda politik menuju Pemilu 2029.
Rakerda juga menegaskan fungsi partai sebagai ruang merumuskan kebijakan internal, menyusun strategi pemenangan, serta memperkuat kapasitas organisasi agar mampu menjawab dinamika politik dan kebutuhan masyarakat di Kota Mojokerto.(one)



