Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto terus memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan kapasitas wirausaha kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong kader Tim Penggerak (TP) PKK bergerak aktif menjadi penggerak lahirnya wirausaha baru di wilayah masing-masing. Langkah strategis ini direalisasikan melalui pelatihan kewirausahaan yang tidak berhenti pada tingkat kepengurusan, melainkan menjangkau hingga anggota Dasawisma.
Pelatihan bertema pengolahan makanan, pengemasan, hingga strategi pemasaran tersebut berlangsung di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra pada Kamis (27/8/2026).
Agenda ini dihadiri jajaran pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Mojokerto.
Turut hadir mendampingi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Ketua TP PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan, para peserta dibekali keterampilan praktis mendasar. Materi mencakup seluruh aspek rantai usaha, mulai dari tahap produksi, pemasaran langsung, hingga peluang menjadi reseller produk. Keterampilan ini dirancang untuk membuka ruang kemandirian ekonomi bagi para kader.
“Pelatihan entrepreneurship itu ibu-ibu diberikan bekal untuk bisa menjadi wirausaha. Wirausaha itu pengusaha, bisa berjualan, bisa berproduksi, bisa menjadi reseller atau apa pun, itu namanya wirausaha,” ujar Ning Ita.
Pola pelatihan ini menerapkan sistem training of trainer (TOT). Lewat skema tersebut, setiap peserta yang mengikuti agenda memiliki kewajiban moral serta teknis membagikan ilmunya kepada jajaran di tingkat bawah.
“Yang hadir diharapkan bisa transfer knowledge kepada anggota Dasawisma panjenengan masing-masing,” kata Ning Ita.
Mekanisme berjenjang ini ditujukan untuk melipatgandakan dampak pelatihan di masyarakat. Semakin luas cakupan pembekalan, peluang lahirnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di Kota Mojokerto akan semakin besar.
Penguatan sektor UMKM dinilai menjadi pilar utama penggeliat roda perekonomian daerah. Ning Ita menegaskan, seluruh program pembinaan kewirausahaan harus memiliki hasil konkret dan terukur, bukan sekadar agenda seremonial rutin.
“Goalnya, tujuannya, outcome-nya adalah tumbuh para wirausaha baru melalui gerakan PKK,” ucap Ning Ita.(one/hms)



