Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPeringati Maulid Nabi, Ning Ita Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Toleransi

Peringati Maulid Nabi, Ning Ita Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Toleransi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kekompakan dan kerukunan warga menjadi kekuatan penting bagi pembangunan Kota Mojokerto. Pesan itu mengemuka dalam Pengajian Akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung GOR dan Seni Mojopahit, Rabu (26/8/2026) malam.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut kebersamaan masyarakat sebagai modal penting agar berbagai program pembangunan di Kota Mojokerto dapat berjalan lancar.

“Alhamdulillah warga Kota Mojokerto kompak duduk rukun. Ini adalah sebuah modal bagi seluruh program dan pembangunan bisa berjalan dengan baik dan lancar ke depannya,” kata Ning Ita, sapaan Wali Kota.

Di hadapan jamaah yang mengikuti pengajian bersama Ustaz Zaki Mirza, Ning Ita mengajak masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan tersebut dapat memperkuat kedamaian dan mencegah gesekan di tengah masyarakat.

“Kalau umat muslimnya Kota Mojokerto senantiasa meneladani sifat-sifat Rasulullah, maka tidak akan ada lagi yang namanya gesekan, tidak akan ada lagi yang namanya gontok-gontokan. Pasti semuanya akan adem ayem, pasti semuanya akan damai,” tuturnya.

Ning Ita juga menyoroti karakter masyarakat Kota Mojokerto yang plural. Beragam suku, etnis, dan agama hidup berdampingan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan Kota Mojokerto dinobatkan Kementerian Agama sebagai kota harmoni.

“Berbagai suku etnis hidup berdampingan di sini. Itulah kenapa sejak empat tahun yang lalu Kota Mojokerto dinobatkan oleh Kementerian Agama sebagai kota harmoni, karena masyarakatnya semuanya guyub rukun dan penuh toleransi,” jelasnya.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ning Ita juga mengajak masyarakat mensyukuri kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun.

Di tengah rasa syukur tersebut, ia mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang tengah menghadapi musibah. Jamaah diajak mendoakan warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi agar diberi kesabaran, ketabahan, serta keselamatan.

Ning Ita juga memohon doa agar Kota Mojokerto senantiasa mendapat rahmat dan perlindungan Allah SWT.

“Saya berharap doa panjenengan semua di peringatan Maulidun Rasul ini agar Kota Mojokerto juga senantiasa diberikan Allah rahmat sehingga menjadi kota yang damai, aman, dan sejahtera seluruh warganya,” imbuhnya.

Ia kemudian mengajak masyarakat memperbanyak membaca selawat sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tausiyah Ustaz Zaki Mirza diharapkan menambah ilmu sekaligus menjadi siraman rohani bagi masyarakat Kota Mojokerto.

Sementara itu, Ustaz Zaki Mirza mengajak jamaah memaknai kemerdekaan dari sisi yang lebih luas. Kemerdekaan, menurut dia, juga berkaitan dengan kemampuan seseorang membebaskan pikiran dan hati dari berbagai penyakit batin.

“Merdeka itu bukan hanya menyemakkan merdeka lewat kata-kata, tidak. Merdeka itu adalah memerdekakan pikiran kita dari suuzon, buruk sangka, over thinking, sering mikir jelek sama orang lain,” ungkap Zaki Mirza.

Ia menegaskan, kemerdekaan sejati juga tercermin dari kemampuan membebaskan hati dari dendam, iri, dengki, dan sikap buruk terhadap orang lain.

“Merdeka itu maknanya adalah memerdekakan hati kita dari penyakit hati, dendam, kesumat, iri, dengki, susah lihat orang lain senang, senang lihat orang lain susah,” tegasnya.

Pengajian Akbar tersebut ditutup dengan doa bersama. Momentum itu sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya persaudaraan, toleransi, dan kerukunan sebagai kekuatan masyarakat Kota Mojokerto dalam menjaga kedamaian serta mengisi kemerdekaan dengan perilaku positif.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular