Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiDoa Menggema dari Mojokerto, Solidaritas Jurnalis untuk Delapan Insan yang Hilang di...

Doa Menggema dari Mojokerto, Solidaritas Jurnalis untuk Delapan Insan yang Hilang di Selat Sunda

Mojokerto-(satujurnal.com)
Harapan agar lima jurnalis dan tiga kru ekspedisi Gunung Anak Krakatau segera ditemukan terus menguat. Di Mojokerto, puluhan insan pers menyatukan doa, menyalakan lilin, menabur bunga, dan menitipkan harapan
dalam kegiatan doa bersama, agar delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya dapat kembali dengan selamat ke tengah keluarga.

Kegiatan digelar di Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto, Senin (14/9/2026) pagi. Puluhan wartawan yang tergabung dalam Media Center Ruang – Jurnalis Mojokerto (MC) bersama Aliansi Wartawan Mojokerto Raya mengikuti acara tersebut dengan suasana khidmat.

Selain memanjatkan doa, para jurnalis membawa bunga, menyalakan lilin, serta meletakkan kartu pers. Simbol-simbol tersebut menjadi ungkapan duka, kepedulian, sekaligus solidaritas terhadap rekan seprofesi yang tengah menghadapi musibah.

Kegiatan itu turut diikuti perwakilan PT SPS, Hotel Aston Mojokerto, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto.

Koordinator MC, M. Syafiuddin, mengatakan doa bersama tersebut lahir dari kepedulian para jurnalis Mojokerto terhadap rekan-rekan mereka yang belum ditemukan.

“Ini murni kegiatan teman-teman untuk mendoakan teman jurnalistik yang belum ditemukan. Keprihatinan kita bersama karena teman kita terkena musibah,” ujarnya.

Syafiuddin berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga berharap terputusnya komunikasi dengan rombongan tersebut hanya disebabkan gangguan sinyal.

“Kita berdoa yang terbaik untuk lima rekan kita beserta ABK. Semoga hanya hilang sinyal saja dan mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat,” katanya.

Tak Ada Berita Seharga Nyawa

Di balik doa yang dipanjatkan, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh insan pers mengenai pentingnya keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Syafiuddin menegaskan, keberanian seorang jurnalis untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan perhitungan risiko di lapangan.

“Ini menjadi peringatan bagi kita bahwa tidak ada berita yang seharga dengan nyawa,” tegasnya.

Menurut dia, tugas jurnalistik memang kerap membawa wartawan ke lokasi-lokasi dengan tingkat risiko tinggi. Namun, setiap jurnalis tetap harus mampu mempertimbangkan keselamatan diri sebelum menjalankan tugas.

“Memang ada informasi penting yang harus disampaikan kepada masyarakat. Tetapi kita juga harus menghitung bagaimana keselamatan kita. Kalau tidak, kita yang justru akan dikabarkan,” ujarnya.

Delapan Nama dalam Satu Harapan

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance).

Sementara tiga kru kapal yang turut dalam rombongan yakni Warta sebagai kapten atau nahkoda, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu atau guide.

Rombongan diketahui berangkat dari Pantai Carita, Pandeglang, Banten, menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

Komunikasi terakhir terdeteksi sekitar pukul 15.04 WIB setelah salah satu jurnalis mengirimkan informasi lokasi. Pemandu juga sempat mengirim foto dari sekitar Gunung Anak Krakatau pada pukul 18.13 WIB, sebelum komunikasi akhirnya terputus total.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di sejumlah titik. Area pencarian diperluas hingga sekitar Pulau Sebesi, Pulau Rakata, dan Pulau Sangiang. Sejumlah benda, termasuk jaket pelampung dan terpal, juga ditemukan, meski belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan yang dicari.

Pemerintah telah mengerahkan unsur gabungan untuk memperluas pencarian di perairan Selat Sunda.

Di Mojokerto, doa kemudian menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga harapan itu tetap menyala.

Syafiuddin menutup kegiatan dengan pesan penuh harap agar masih ada kabar baik dari delapan insan yang hingga kini belum ditemukan.

“Semoga masih ada cahaya bagi teman-teman kita. Semoga mereka hanya tertutup kabut dan bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” tukasnya.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular