Jombang-(satujurnal.com)
Pencarian terhadap korban musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kawasan Masalembo masih terus berlangsung. Salah satu penumpang yang hingga kini belum ditemukan yakni Surono (37), warga Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayur tujuan Banjarmasin.
Insiden di tengah laut yang terjadi pada Minggu (13/9/2026) tersebut menyisakan kepedihan mendalam dan ketidakpastian bagi pihak keluarga di Jombang. Setelah sembilan hari berlalu sejak peristiwa nahas itu, keberadaan Surono masih gelap meski data dirinya telah terkonfirmasi secara resmi tercatat dalam manifes penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Surono berpamitan kepada keluarganya, Jumat (18/9/2026) pukul 23.00 WIB untuk berangkat bekerja menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengawal truk fuso pengangkut sayur bersama seorang sopir bernama Yahya.
Sebelum menyeberang, adiknya sempat menerima kiriman video pendek yang memperlihatkan truk mereka mulai masuk ke dalam geladak KM Virgo Transport 8.
Ada kebiasaan tak biasa yang ditunjukkan Surono sebelum melangkah keluar rumah malam itu. Pria yang dikenal jarang membawa banyak barang bawaan ini mendadak sibuk mencari dan membawa selimut peninggalan almarhum ibunya. Benda kesayangan mendiang sang ibu yang bertahun-tahun tak pernah tersentuh saat ia bekerja itu mendadak ikut dimasukkan ke dalam tas perjalanan.
“Biasanya enggak pernah bawa kemul (selimut). Itu kemul kesayangan ibu yang sudah almarhum. Tapi waktu itu dibawa terus. Sebelum berangkat juga dicari-cari,” ujar Ari Supriyatin, adik ipar Surono, saat memberikan keterangan di kediamannya, Selasa (22/9/2026).
Petaka menghantam ketika kapal melintasi perairan Laut Jawa. Berdasarkan kesaksian Yahya, sang sopir truk yang berhasil selamat, kondisi kapal mendadak memburuk di tengah kegelapan malam. Surono yang saat itu tengah tertidur pulas di ruang istirahat langsung dibangunkan oleh Yahya saat posisi kapal mulai miring bahaya.
Kepanikan luar biasa melanda seluruh penumpang ketika aliran listrik padam total dan air laut mulai membobol masuk ke dalam kapal. Dalam situasi mencekam dan gelap gulita tersebut, para penumpang berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. Yahya menduga Surono yang baru terbangun dari tidur belum sepenuhnya menguasai kesadaran hingga akhirnya terpisah dalam pertiupan badai dan gelombang.
“Kalau sopirnya bilang sudah bangun. Tapi kalau orang masih bangun tidur kan mungkin belum terlalu 100 persen fokus, sehingga tidak tahu lagi keberadaannya,” tutur Ari menceritakan kesaksian sopir yang selamat.
Surono dikenal sebagai sosok pria sederhana yang menghabiskan waktunya di rumah saat libur bekerja. Kepergiannya meninggalkan kerinduan berat bagi sang adik, Siti Nur Azizah (33), beserta seluruh kerabat. Pihak keluarga telah mendatangi posko informasi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk memantau perkembangan evakuasi dari tim Basarnas.
“Kita tetap berharap yang terbaik. Mungkin menunggu keajaiban, kalaupun memang masih diberi umur panjang, ya segera ditemukan dalam kondisi selamat. Tapi kalau memang sudah takdirnya berkata lain, apa pun kondisinya tetap ditemukan. Supaya kita bisa merawat jenazahnya dengan baik,” ungkap Ari menaruh harapan besar.
Selain Surono, terdapat satu warga Kabupaten Jombang lainnya yang turut dilaporkan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal tersebut. Korban lainnya adalah Gondham Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, yang bertugas sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dengan jabatan Second Officer di KM Virgo Transport 8. (rial)



