Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoDitawarkan di EJIF 2026, Proyek Sport Centre Kota Mojokerto Rp 360 M...

Ditawarkan di EJIF 2026, Proyek Sport Centre Kota Mojokerto Rp 360 M Dilirik Investor Internasional

Mojokerto-(satujurnal.com)
Peluang investasi proyek strategis Sport Centre Surodinawan senilai Rp 360 miliar di Kota Mojokerto langsung memikat perhatian calon investor internasional. Usai pemaparan dari tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto pada ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Grand City, Surabaya, salah satu investor bahkan bergerak cepat melakukan survei ke Lapangan Surodinawan, Kamis (1/10/2026).

Ajang EJIF 2026 yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Kota Mojokerto memperkenalkan potensi proyek kawasan olahraga terpadu. Partisipasi Kota Mojokerto dalam forum internasional tersebut terlaksana atas undangan resmi Bank Indonesia.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membenarkan ketertarikan investor global tersebut usai timnya memaparkan keunggulan proyek di hadapan para calon investor.
“Tim DPMPTSP sudah melakukan paparan di depan para calon investor. Alhamdulillah, ada yang minat dan langsung cek lokasi di Lapangan Surodinawan hari ini juga,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut, Jumat (2/10/2026).

Menurut Ning Ita, pengembangan kawasan Sport Centre Surodinawan dirancang untuk memberikan efek ekonomi yang luas, mencakup sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga jasa.

“Melalui forum investasi berskala internasional ini, kita tawarkan potensi pengembangan kawasan olahraga terpadu yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana olahraga, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang lebih luas melalui pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, dan jasa,” jelas Ning Ita.

Kawasan megah ini bakal didirikan di atas lahan seluas sekitar 9 hektare. Berdasarkan hasil kajian pra-desain tahun 2026, estimasi nilai investasi proyek menembus angka Rp 360 miliar.

Rencana pembangunan mencakup delapan venue olahraga modern, seperti lapangan voli, bulu tangkis, basket, tenis, futsal, sepak takraw, lapangan sepak bola, serta fasilitas kolam renang. Kompleks ini juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti wisma atlet putra dan putri, food court, masjid, hingga area parkir luas.

Pemkot Kota Mojokerto menargetkan fasilitas ini menjadi sarana olahraga berkualitas sekaligus penggerak utama sektor sport tourism.

“Dan terpenting sebagai pengembangan sport tourism di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.

Keterbatasan keuangan daerah membuat skema kerja sama dengan pihak swasta menjadi langkah paling realistis bagi kelanjutan proyek infrastruktur skala besar ini.

“Mengingat kemampuan keuangan daerah Kota Mojokerto tidak memadai maka opsi kolaboratif merupakan pilihan rasional,” tegas Ning Ita.

Kehadiran kawasan terpadu ini diharapkan membawa multiplier effect bagi warga Kota Mojokerto. Selain mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan memacu pertumbuhan UMKM, Sport Centre Surodinawan akan memperkuat posisi Kota Mojokerto sebagai destinasi utama olahraga dan rekreasi di Jawa Timur. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular