Mojokerto mengajak masyarakat sipil dan pers mengawal penyelenggaraan pemilu
melalui pengawasan partisipatif. Masih ditemuinya pelanggaran dari peserta
pemilu maupun partai politik menjadi salah satu alasan bagi lembaga pengawas
pemilu ini memberikan fungsi pengawasan kepada masyarakat dan pers secara penuh
agar terwujud pemilu yang berintegritas dan demokratis.
terlibat dalam pengawasan partisipatif. Pers secara independen dapat mengawasi
penyelenggaraan pemilu. Ini bagian dari upaya kita bersama untuk mengawal penyelenggaraan
pemilu untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan demokratis,” kata Ulil
Abshor, Ketua Bawaslu Kota Mojokerto dalam diskusi bertajuk ‘Peran Media Massa dalam
Pemilu 2019’ yang digelar di kantor Bawaslu Kota Mojokerto, jalan Bhayangkara,
Rabu (6/3/2019) malam.
menemukan pelanggaran pemilu, utamanya terkait alat peraga kampanye (APK).
Statistiknya naik turun,” ungkap Ulil.
atensi, katanya, yakni menjelang pemilu. Utamanya soal money politik.
masyarakat dan media massa untuk membantu dalam hal pengawasan Pemilu. “Laporkan
kepada Bawaslu apabila ada dugaan pelanggaran pemilu,” cetus dia.
terkait dengan pengawasan partisipatif dalam mengawal penyelenggaraan pemilu
serta beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengawal pemilu bermartabat.
pengawasan untuk melakukan pencegahan munculnya pelanggaran pemilu, baik pidana
maupun kode etik yang sudah diatur dalam undang-undang.
Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu,” ucap Ulil menyebut motto Bawaslu.
wartawan TV RCTI. Menurutnya, dalam pesta demokrasi sebelumnya ditemui
banyak pelanggaran pemilu, namun taring pengawas pemilu seolah tumpul.
(pers) berharap Bawaslu benar-benar menjalankan fungsinya. Berani menjatuhkan
sanksi terhadap pelanggar pemilu dengan menerapkan aturan secara tegas,”
cetusnya.
dinilainya kini lebih terbuka.
sangat terbuka. Begini yang kita harapkan. Akses media massa terhadap temuan
Bawaslu terkait pelanggaran pemilu nantinya kami harapkan juga lebih luas lagi,”
tukas Sholahuddin.
Eko Purwoto yang menyampaikan pointer soal peran media massa dalam pengawasan
partisipatif Pemilu 2019, menekankan peran media sebagai fungsi kontrol.
setiap berita atau informasi yang disampaikan. Media sebagai fungsi kontrol
harus memberikan infomasi secara benar dan akurat,” katanya.
mengiring opini sangat kuat untuk mengambil suatu keputusan. “Yang perlu dihindari
yakni berita yang tidak akurat, tidak berimbang, apalagi hoax,” ujar wartawan
TV Indosiar tersebut.
dapat bersinergi dengan Bawaslu dan dapat mengambil peran sebagai media
informasi publik terkait penyelenggaraan pemilu yang akurat dan berimbang.
(one)




