Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangHarga Cabai dan Tomat Meroket, Pedagang dan Konsumen Terpaksa Berhemat Resep

Harga Cabai dan Tomat Meroket, Pedagang dan Konsumen Terpaksa Berhemat Resep

Jombang-(satujurnal.com)
Harga komoditas pangan di pasar tradisional Jombang, terus mengalami kenaikan signifikan dalam dua pekan terakhir.

Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit, cabai merah besar, dan tomat. Kondisi ini membuat pedagang makanan siap saji maupun konsumen rumah tangga harus menyiasati penggunaan bahan dalam resep masakan mereka.

Pantauan di Pasar Pon, Kecamatan Jombang, pada Senin (30/6/2025), harga cabai rawit melonjak hingga Rp 75 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai rawit masih berkisar Rp 40 ribu. Sementara harga cabai besar kini berada di angka Rp 40 ribu per kilogram, naik dua kali lipat dibandingkan harga dua pekan lalu.

“Sekarang harga cabe rawit sudah Rp 75 ribu per kilo. Naiknya hampir tiap hari, bisa Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu,” kata Hari, pedagang sayur di Pasar Pon. “Cabe besar pun sama, dulunya cuma Rp 20 ribu, sekarang sudah Rp 40 ribu,” ujar Hari, pedagang sayur.

Tak hanya cabe, harga tomat juga mengalami lonjakan cukup tajam. Tomat sambal kini dijual Rp 18–20 ribu per kilogram, sedangkan tomat buah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga tomat hanya berkisar antara Rp 10–12 ribu per kilogram.

“Tomat sambal sekarang Rp 18 ribu, kadang Rp 20 ribu. Tomat buah bisa sampai Rp 30 ribu per kilo. Ini naik terus sejak 10 hari terakhir,” imbuh Hari.

Dampak kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pedagang makanan. Puji Amati, penjual nasi pecel, mengatakan bahwa ia terpaksa mengurangi porsi sambal dan tomat dalam masakannya.

“Biasanya tomat cuma Rp 3 ribu per kilo, sekarang bisa Rp 15 ribu. Supaya enggak rugi, porsinya dikurangi sedikit. Tapi harga jual tetap, biar pembeli enggak kabur,” ujarnya.

Dari sisi konsumen, keluhan serupa juga muncul. Sri Wahyuni , ibu rumah tangga asal Peterongan, mengaku harus lebih selektif saat belanja di pasar.

“Sekarang beli cabe rawit harus irit. Dulu Rp 10 ribu bisa dapat banyak, sekarang cuma segenggam. Kadang bikin sambal diganti kecap saja,” ujarnya.

Kenaikan harga ini diduga disebabkan oleh cuaca ekstrem yang memengaruhi hasil panen. Produksi cabai dan tomat menurun, sehingga pasokan ke pasar ikut terganggu. Kenaikan pun terjadi secara bertahap, rata-rata Rp 2.000–Rp 5.000 per hari.

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan harga akan kembali normal. Sementara itu, pedagang dan konsumen hanya bisa berharap kondisi cuaca segera membaik agar pasokan pangan kembali stabil.(wie)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular