Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoMusrenbang Jadi “Tiket VVIP” Usulan Warga Kota Mojokerto Menuju Program 2027

Musrenbang Jadi “Tiket VVIP” Usulan Warga Kota Mojokerto Menuju Program 2027

Mojokerto-(satujurnal.com)
Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kembali menjadi pintu awal adu usulan warga Kota Mojokerto untuk program pembangunan tahun 2027.

Dalam rangkaian kegiatan Musrenbang tingkat kelurahan se-Kota di hari ketiga, Rabu (21/1/2026) di Kelurahan Kranggan, Gedongan, dan Kauman, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut forum tersebut sebagai “tiket VVIP” bagi masyarakat untuk menembus ruang perencanaan pemerintah daerah.

“Musrenbang ini ibarat tiket VVIP untuk mengusulkan kebutuhan masyarakat. Ruang paling utama menyampaikan usulan pembangunan ada di sini,” kata Ning Ita, sapaan wali kota.

Menurutnya, jalur Musrenbang menjadi penentu utama apakah aspirasi warga akan masuk atau tersisih dari rencana kerja pemerintah daerah. Usulan yang disampaikan melalui forum ini langsung menjadi bahan dasar penyusunan program, mulai dari pembangunan fisik, infrastruktur, layanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Warga tidak hanya mengusulkan, tetapi ikut menentukan prioritas. Dari sini bisa terlihat mana program yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan,” ujarnya.

Ning Ita menjelaskan, Musrenbang kelurahan merupakan tahap awal penyusunan rencana pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027. Usulan yang masuk akan diseleksi di tingkat kecamatan, dibahas kembali di tingkat kota, lalu disinkronkan dengan perencanaan provinsi dan nasional.

Di sisi lain, ia mengingatkan ruang fiskal pemerintah daerah terbatas. Alokasi anggaran setiap kelurahan telah ditetapkan sejak awal berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, kebutuhan masyarakat, serta data anggaran tahun sebelumnya.

“Anggaran sudah dihitung sejak awal. Yang diputuskan di Musrenbang adalah urutan prioritasnya, program mana yang paling berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, mekanisme berjenjang tersebut dirancang agar arus usulan tetap terkendali, terukur, dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Dari kelurahan naik ke kecamatan, lalu ke tingkat kota. Setelah itu diselaraskan lagi sampai ke provinsi dan nasional,” ujarnya.

Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan pembangunan tahun 2027 difokuskan pada penguatan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui peningkatan daya saing sektor unggulan daerah.

Melalui Musrenbang kelurahan, Pemkot berharap warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menentukan arah pembangunan kota.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular