Jombang-(satujurnal.com)
Puluhan guru SMP Negeri 2 Ngoro, Kabupaten Jombang, mengikuti workshop hipnoterapi atau hypnoteaching yang dipandu langsung anggota kepolisian Polres Jombang sebagai upaya meningkatkan motivasi, fokus, dan kualitas pembelajaran di sekolah.
Workshop yang berlangsung Kamis kemarin di aula sekolah ini menjadi yang pertama kali digelar dengan menghadirkan pelatih dari unsur kepolisian. Kegiatan tersebut menyasar guru bimbingan konseling, guru kesiswaan, guru kelas, serta seluruh staf sekolah.
Tujuannya membekali para pendidik dengan keterampilan komunikasi bawah sadar, teknik dasar hipnoterapi, serta penerapannya dalam konseling dan proses belajar mengajar. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan membantu siswa berkembang secara optimal.
Dalam pelatihan ini, peserta mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pengenalan konsep hipnoterapi, pemahaman struktur hipnosis, hingga praktik teknik sugesti dan komunikasi bawah sadar. Teknik hypnoteaching ini juga membantu guru mengelola stres, meningkatkan kepercayaan diri, serta menangani persoalan emosional siswa.
Kepala SMP Negeri 2 Ngoro, Wiwik Astuti, mengatakan pelatihan ini diharapkan memberi dorongan baru bagi guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Kami harap bekal pelatihan ini bisa memotivasi bapak ibu guru untuk bekerja lebih baik dan memberikan semangat kepada anak-anak. Dengan adanya hipno ini, pembelajaran diharapkan semakin baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah membuka peluang untuk melanjutkan pelatihan ke tingkat berikutnya apabila terbukti memberi dampak positif.
“Kami lihat dulu apakah ada peningkatan. Jika ada, kami akan meminta pelatihan lanjutan agar semangat kerja guru meningkat, terhindar dari stres, dan anak-anak lebih termotivasi,” tambahnya.
Workshop tersebut dipandu AKP Edi Widoyono, Kapolsek Jombang, yang memperkenalkan konsep hipnoterapi, teori dasar hipnosis, cara kerja otak dalam kondisi hipnosis, uji sugestibilitas, hingga teknik self-hypnosis atau menghipnosis diri sendiri.
AKP Edi menjelaskan, pelatihan difokuskan pada hipno motivasi, yakni teknik membangun sugesti positif untuk meningkatkan semangat kerja guru dan kualitas pendidikan.
“Tujuannya memberikan motivasi kepada guru agar semangat mengajar dan memberikan pendidikan terbaik. Selain itu, ada juga self-hypnosis, bagaimana guru mempersiapkan diri menjadi pengajar yang terbaik,” jelasnya.
Menurutnya, guru yang memiliki kondisi mental positif akan lebih efektif dalam menyampaikan materi dan membangun kedekatan emosional dengan siswa.
“Harapannya, siswa yang lulus dari sekolah ini juga menjadi siswa terbaik,” katanya.(rial)



