Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiHarga Gas Melon Meroket di Jombang, Polisi: Suplai Terbatas, Pengecer Manfaatkan Momentum

Harga Gas Melon Meroket di Jombang, Polisi: Suplai Terbatas, Pengecer Manfaatkan Momentum

Jombang-(satujurnal.com)
Kelangkaan Elpiji 3 kilogram (gas melon) terjadi di Kabupaten Jombang dalam beberapa hari terakhir, memicu kenaikan harga di tingkat pengecer. Merespons kondisi itu, Unit Tipiter Satreskrim Polres Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi, mulai dari SPPBE, agen, hingga pangkalan resmi, atas instruksi Kapolres Jombang.

Sidak dilakukan untuk menelusuri penyebab kelangkaan dan lonjakan harga. Hasil pemantauan menunjukkan dua faktor utama, yakni meningkatnya kebutuhan masyarakat yang signifikan serta adanya hambatan teknis distribusi dari depot Pertamina di Surabaya menuju wilayah Jombang.

Dalam sidak tersebut, polisi juga mengonfirmasi adanya kenaikan harga di tingkat toko atau pengecer. Kondisi ini dipicu terbatasnya stok di lapangan saat permintaan terus meningkat.

“Kenaikan harga di toko memang benar terjadi karena stok mereka berkurang dan tidak mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat yang sedang tinggi,” ujar Kanit Tipiter Satreskrim Polres Jombang, Ipda Heru Prasetyo.

Meski demikian, pasokan di tingkat pangkalan masih terpantau berjalan normal. Kepolisian memastikan pengawasan akan terus diperketat agar distribusi kembali stabil dan tidak merugikan masyarakat.

Secara terpisah, pihak Stasiun Pengangkutan dan Pendistribusian Elpiji Khusus (SPPBE) wilayah Jombang-Mojokerto memberikan klarifikasi terkait kondisi di lapangan. Operasional pengisian disebut tetap berjalan setiap hari di bawah koordinasi Pertamina pusat.

Admin Lapangan Operasional SPPBE, Farid Hanafi, menegaskan suplai tetap tersedia meski terjadi keterlambatan distribusi. Ia menyebut kondisi saat ini lebih tepat dikategorikan sebagai keterbatasan stok.

“Hingga saat ini kami tetap dapat pasokan, tetap ada setiap hari. Memang ada keterlambatan (distribusi), tapi tetap kami maksimalkan dengan stok yang tersedia agar tidak sampai terputus berhari-hari,” ujar Farid.

Untuk menopang distribusi, SPPBE tersebut memiliki dua tangki timbun berkapasitas masing-masing 50 ton. Fasilitas ini melayani 12 agen resmi di wilayah Jombang dan Mojokerto, dengan alokasi rata-rata satu truk berisi 560 tabung per agen setiap hari.

SPPBE menegaskan peran mereka sebagai pelaksana teknis di lapangan. Penentuan kuota dan distribusi sepenuhnya berada di bawah kendali Pertamina pusat.

Dengan optimalisasi stok yang ada, distribusi diharapkan berangsur normal sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular