Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto melepas truk pengangkut bantuan kemanusiaan bernilai total Rp 146,19 juta di halaman Balai Kota Mojokerto, Rabu (2/9/2026), untuk menyokong penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan aksi kepedulian antardaerah ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, sebagai wujud nyata persaudaraan sesama anak bangsa yang sedang dilanda musibah.
Bantuan kemanusiaan yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto tersebut dihimpun melalui kerja sama masif antara pemerintah daerah, Baznas, ormas, komunitas sosial, hingga pengemudi ojek online.
Penggalangan yang berlangsung sepanjang 22 hingga 31 Agustus 2026 tersebut berhasil menghimpun dana segar tunai sebesar Rp99.233.412,- serta logistik senilai Rp46.961.000,-. Paket bantuan logistik mencakup kebutuhan mendesak penyintas bencana, seperti sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, terpal, selimut, bantal, tikar, hingga bahan makanan siap konsumsi.
Rangkaian aksi kepedulian ini diawali dengan penggalangan dana dari berbagai lapisan masyarakat sejak 22 Agustus 2026. Menjelang penutupan penggalangan pada 31 Agustus 2026, para relawan juga menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk dukungan spiritual dan moral bagi para korban bencana di NTT. Seluruh donasi fisik dan keuangan yang terkumpul kemudian dipusatkan di Balai Kota Mojokerto sebelum akhirnya dikirimkan secara resmi ke lokasi bencana pada Rabu (2/9/2026).
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, menegaskan kepedulian ini melampaui sekat-sekat perbedaan dan menjadi cermin solidaritas masyarakat kota.
“Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam kepedulian. Kita membantu bukan karena merasa lebih tinggi, melainkan karena sadar bahwa giliran itu bisa saja suatu saat terjadi kepada kita,” tutur pria yang akrab disapa Cak Sandi tersebut.
Cak Sandi menambahkan, kepedulian masyarakat terhadap korban bencana yang belum pernah mereka temui secara langsung jauh lebih bernilai dibanding nominal donasi semata. Ia mengimbau agar empati untuk warga NTT ini diiringi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah sendiri.
“Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah bergotong royong. Harapan saya, kepedulian seperti ini tidak hanya berhenti sebagai peristiwa, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan kita sebagai warga kota,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Gerakan Persaudaraan Kemanusiaan dan Kebencanaan Mojokerto, Kristin Dwi Arini, menyampaikan bahwa sinergi penggalangan bantuan ini membuktikan kuatnya ikatan sosial warga Mojokerto.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Kita bisa membuktikan bahwa ketika di ujung Indonesia ada musibah, kita di sini tidak tinggal diam,” tegas Kristin.
Bantuan yang telah resmi dilepas tersebut kini dalam perjalanan via BPBD Kota Mojokerto menuju titik-titik pengungsian di NTT untuk segera didistribusikan kepada warga terdampak.(one/hms)



