Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiProgram MBG Kembali Bermasalah: Ibu Hamil di Jombang Dapati Ulat Tergoreng dalam...

Program MBG Kembali Bermasalah: Ibu Hamil di Jombang Dapati Ulat Tergoreng dalam Sayuran

Jombang-(satujurnal.com)
Seorang warga kelompok sasaran ibu hamil di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapati ulat mati dalam kondisi tergoreng pada menu oseng sawi pakcoy dan kubis dalam paket program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026). Temuan higienitas makanan yang berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kharizmajaya tersebut memicu kekhawatiran penerima manfaat terkait pengawasan mutu olahan pangan harian.

Peristiwa ini bermula saat penerima manfaat berinisial P menerima distribusi jatah MBG untuk kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum mengonsumsinya, P memeriksa seluruh sajian yang terdiri atas nasi putih, telur mata sapi, oseng tempe, oseng pakcoy-kubis, serta buah-buahan. Dari pemeriksaan awal tersebut, P mendapati ulat yang menempel jelas di atas potongan sayuran pakcoy.

“Sebelum mencicipi saya teliti dulu. Ternyata terlihat jelas ada ulat di atas sayurannya,” ujar P saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Laporan langsung disampaikan P melalui grup WhatsApp MBG dan kader Posyandu. Tak lama setelah laporan masuk, pengelola SPPG Kharizmajaya mendatangi kediaman warga untuk meminta maaf serta mengganti sajian dengan paket menu baru berisi ayam crispy, minuman sari kacang hijau, dan buah kelengkeng.

Insiden kebersihan makanan ini disebut P telah berulang tiga kali pada pengelola dapur yang sama. P mengungkapkan, ia sebelumnya pernah mendapati temuan ulat pada menu sayur asem yang diterima anaknya, serta menu ayam suwir dalam kondisi basi. Meski pihak pengelola selalu menyampaikan permohonan maaf, ia mendesak adanya perketatan pengawasan sebelum makanan didistribusikan.

Menanggapi insiden tersebut, Camat Mojowarno, Ronni Afriandie, bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi dapur SPPG Kharizmajaya di Dusun Ngelo untuk melakukan inspeksi mendadak dan pembinaan.

“Setelah kami cek, ternyata memang benar ada kejadian tersebut. Kami juga langsung melakukan pembinaan, dan pihak SPPG telah menggantinya dengan paket MBG yang baru,” kata Ronni.

Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Kharismajaya, Hari Adi Gunawan, mengakui adanya kelalaian dalam proses pencucian bahan baku dari total 1.997 porsi yang diproduksi hari itu. Berdasarkan evaluasi internal, ulat tersebut berasal dari sisa serangga yang menempel pada daun pakcoy.

“Dari 1.997 menu yang dibagikan hari ini meliputi oseng pakcoy, tempe orek, telur, dan buah. Temuan ini hanya terjadi pada satu paket untuk kategori ibu hamil. Sekolah-sekolah tidak ada laporan serupa,” jelas Hari.

Ia menegaskan pihaknya siap melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular