Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoDinkes Gelar Pelatihan BHD, Bekali Warga Hadapi Henti Jantung

Dinkes Gelar Pelatihan BHD, Bekali Warga Hadapi Henti Jantung

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ratusan pengunjung Atrium Sunrise Mall Kota Mojokerto secara mendadak mengikuti simulasi penyelamatan nyawa korban henti jantung, Sabtu (26/9/2026). Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini digelar Dinkes PPKB Kota Mojokerto bersama IDI untuk membekali masyarakat umum teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) saat menghadapi kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa.

Langkah cepat ini diambil Pemkot Mojokerto mengingat penanganan serangan jantung mendadak membutuhkan respons medis awal yang tepat sebelum tim kegawatdaruratan tiba di lokasi.

Selain menyiagakan layanan medis integrasi 24 jam melalui PSC 119, PMI, dan Call Center 112, pemerintah daerah menilai kesiapsiagaan warga di lokasi kejadian menjadi kunci utama menyelamatkan nyawa korban.

Kegiatan yang diawali dengan pembukaan resmi oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari tersebut langsung dilanjutkan dengan pembekalan materi oleh dr. Achmad Rizal Shahab. Para peserta diajarkan cara mengidentifikasi tanda-tanda henti jantung pada korban secara cepat. Setelah pemaparan teori, warga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik RJP dan penanganan darurat awal di bawah bimbingan tenaga medis.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat sangat krusial dalam menghadapi situasi medis kritis.

“Karena itu Kota Mojokerto hadir dengan adanya PSC 119. Ada juga sinergi dengan PMI Kota Mojokerto yang memberikan layanan 24 jam terkait dengan kegawatdaruratan. Selain itu, di Balai Kota Mojokerto juga tersedia call center 112 yang selama 24 jam,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Sistem penanganan gawat darurat di Kota Mojokerto kini terkoneksi langsung dengan PSC, Polres Mojokerto Kota, pemadam kebakaran, serta PMI. Pemanfaatan teknologi informasi turut diterapkan agar masyarakat berdomisili maupun yang beraktivitas di Kota Mojokerto dapat mengakses bantuan medis dengan cepat dan merata.

Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa pembangunan sektor kesehatan berperan penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto yang pada tahun ketujuh kepemimpinannya mencapai angka 82,35.

“Dari indeks kesehatan, kita upayakan bagaimana usia harapan hidup masyarakat Kota Mojokerto terus mengalami peningkatan. Warga Kota Mojokerto harus berumur panjang tapi sehat. Bukan berumur panjang tapi banyak yang terkena penyakit,” tegasnya.

Ia mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini.

“Mari kita terapkan pola hidup bersih dan sehat. Kesehatan kita di masa yang akan datang ditentukan dari pola hidup kita sehari-hari sejak saat ini,” ajaknya.

“Ketika kita membudayakan hidup sehat, maka insyaallah usia harapan hidup kita bisa panjang dan kita bisa menua dengan sehat, terbebas dari segala penyakit,” tukasnya.

Pelatihan BHD ini merupakan bagian dari agenda Mojo Health Fest 2026. Selain simulasi keselamatan medis, rangkaian festival kesehatan ini juga dimeriahkan dengan Seminar Kesehatan “Safe Running Happy Finishing” serta ajang lari massal bertajuk “Run for Your Life”. (one/hms).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular