durian bukan hal yang asing. Namun apa jadinya jika buah berduri dijadikan
makanan seperti jenang durian. Cita rasa beda akan ditemui di penganan hasil
sentuhan Sulami, pedagang durian di Wonosalam, Jombang itu.
buatan Sulami tidak saja berasa legit, namun juga bisa awat hingga sepekan.
warga Desa Sumber, Kecamatan Wonosalam ini tidak butuh waktu lama untuk
menjadikan buah durian menjadi jenang durian. Tidak lebih dari satu jam, jenang
durian khas Wonosalam buatan Sulami ini bisa dinikmati. Sulami mengaku, jenang
durian buatannya asli tanpa dicampur bahan pengawet.
perlu mencicipi panganan yang satu ini. Jenang durian, ya sesuai dengan namanya
jenang durian memang merupakan olahan kue khas masyarakat Jawa yang bernama
jenang.
buah durian, mungkin pembuatnya hanya Sulami.
durian tidak terlalu sulit. Bahan yang digunakan hampir sama dengan bahan
membuat dodol. Hanya saja, bahan utama yang dipakai kali ini adalah buah durian
yang telah dipisahkan dari bijinya, selain itu ada juga bahan-bahan pendukung
lainnya yakni tepung santan dan gula.
konsumen selalu ketagihan meski baru pertama kali mencoba. Jenang durian ini sangat
cocok di lidah dan tentu saja cocok pula dijadikan oleh oleh.
Sulami melayani pembeli buah durian di lapak miliknya.
terinspirasi dari panen raya. Stok buah durian di lereng gunung Anjasmoro
kecamatan Wonosalam yang melimpah. Agar wisatawan yang berkunjung ke sentra
buah durian ini tidak bosan, Sulami kemudian mencoba membuat jenang berbahan
durian untuk oleh-oleh wisatawan yang datang hanya dibutuhkan waktu satu jam
saja.
dikemas dan siap dipasarkan. Selain itu jenang durian ini juga siap disuguhkan
kepada wisatawan yang datang. Harga jenang durian juga cukup terjangkau hanya Rp
15 ribu perbungkus. (rg)




