Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeEkonomiDinilai Matikan Industri Kecil, ASPRI Jombang Tolak Rencana Kenaikan Harga Rokok

Dinilai Matikan Industri Kecil, ASPRI Jombang Tolak Rencana Kenaikan Harga Rokok

Jombang-(satujurnal.com)
Kenaikan harga rokok Rp 50 ribu per bungkus baru
sebatas wacana, Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia (ASPRI) Jombang secara tegas
menyatakan penolakan.

ASPRI Jombang menilai, kenaikan harga rokok
dikhawatirkan akan memicu matinya daya beli masyarakat hingga bangkrutnya
perusahaan. Ujungnya akan terjadi PHK massal.

“Kami secara tegas menolak rencana kenaikan
harga rokok yang diprediksi menyentuh level  Rp 50 ribu perbungkus. Karena
kenaikan harga tersebut pasti akan mematikan daya beli masyarakat,” cetus
Abdul Rohman, Ketua ASPRI Jombang, Selasa (23/8/2016).

Dengan harga perbungkus yang dibadrol pemerintah
sekitar Rp 50 ribu, kata Abdul Rohman, secara otomatis produk perusahaan rokok
akan tidak terjual dan merugi.

“Kalau produk tidak terjual, otomatis
perusahaan akan lumpuh. Dan PHK massal tidak bisa dihindarkan lagi,” tandasnya.
Diingatkan
pula, selain mengancam terjadinya PHK, jika rencana kenaikan harga rokok itu
benar-benar terealiasi, maka peredaran rokok polosan tanpa pita cukai makin
marak.
Yang
paling terkena imbas kenaikan harga rokok, kata Abdul Rohman lebih jauh, yakni
para pengusaha rokok rumahan.
Seperti
halnya salah satu perusahaan rokok kelas kecil di desa Plandi, Kecamatan
Jombang Kota. Di perusahaan rokok berbasis home industri dengan 35 orang
karyawan ini, diproduksi rokok berbagai ukuran untuk memenuhi pesanan pasar
luar pulau Jawa. Seperti Sumatra, Kalimantan dan beberapa pulau lain. Dalam
sehari, perusahaan ini mampu menghasilkan sekitar 40 ribu batang rokok.
“Kalau
harga rokok naik, perusahaan rokok kecil akan gulung tikar. Karena harga jual
rokok terlalu tinggi hingga tidak mampu bersaing dengan produk rokok perusahaan
besar,” katanya.

Kalau
sudah demikian, lanjut Abdul Rohman, maka kelangsungan pekerjanya diujung
tanduk. “Padahal, secara keseluruhan ada ratusan warga yang menggantungkan
hidupnya dari perusahaan rokok home industri. Makanya kami harap pemerintah
benar-benar memperhatikan nasib mereka sebelum benar-benar menggulirkan
kenaikan harga rokok,” tukasnya.(rg)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular