mulai digulirkan Pemkot Mojokerto. Tidak semua pemegang KTP Kota Mojokerto bisa
menikmati pengobatan bebas biaya ini. Mereka boleh menikmati sistem pengobatan
gratis yang disediakan pemda minimal satu tahun setelah terverifikasi dan masuk
dalam database Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
(Dinkes) setempat untuk menjaga efektivitas sistem pemberian layanan pengobatan
gratis total coverage yang selama ini
telah berjalan.
Mojokerto baru bisa memanfaatkan sistem pengobatan gratis setelah satu tahun
tercover dalam database JKN, atau terhitung per 31 Desember 2016. Langkah ini
kita ambil karena ada kecenderungan program kita sering dimanfaatkan oleh orang
luar (Kota Mojokerto, Red), ” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto,
Christiana Indah Wahyu, (31/10) kemarin.
tidak serta merta dapat menggunakan KTP sebagai ‘tiket’ berobat gratis di
fasilitas kesehatan yang ada.
Total Coverage mereka harus terlebih dahulu mengantongi surat keterangan
domisili dari RT/RW, selanjutnya dibawa Lurah dan diusulkan ke Dinas Kesehatan
untuk diverifikasi. Satu tahun kemudian baru mereka baru dapat layanan berobat
gratis setelah lolos verifikasi, ” imbuhnya.
baru ini maka sistem ini akan tepat sasaran.
saja. Dan agar program ini berjalan efektif,” paparnya.
yang berniat mendapatkan program pengobatan gratis seringkali kecele karena
ditolak mendapatkan pengobatan gratis.
orang mengatakan ditolak oleh pelayanan karena tidak masuk database. Namun
dengan gencarnya sosialisasi maka tidak ada lagi alasan mereka ditolak berobat
gratis ke RS. Dan kalau kurang dari satu tahun, mereka harus membayar
sendiri,” katanya.
55 ribu peserta. Mereka mendapatkan fasilitas pengobatan gratis khusus untuk
kelas III, tidak boleh naik kelas.
dicover adalah yang tidak punya dari PPU, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN),
TNI/Polri dan bagi tidak mampu membayar sendiri.
Kota Mojokerto Anang Wahyudi mendukung langkah efisiensi yang diterapkan Dinas
Kesehatan.
berharap pengetatan ini akan membuat pelayanan pengobatan gratis bagi warga
Kota Mojokerto lebih maksimal,”
tandasnya.
pengobatan gratis ini Kota Mojokerto jadi magnet bagi warga lainnya.
“Program ini kan menggiurkan, maka kami juga khawatir akan dimanfaatkan
untuk kepentingan yang tidak semestinya,” pungkasnya. (one)




