Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomePendidikanKondisi Sekolah Swasta di Pinggiran Jombang ini Mengkhawatirkan, Komisi A DPRD Jatim...

Kondisi Sekolah Swasta di Pinggiran Jombang ini Mengkhawatirkan, Komisi A DPRD Jatim Turun Tangan

Jombang-(satujurnal.com)
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, kondisi sebuah gedung sekolah di wilayah pinggiran Kabupaten Jombang menyita perhatian. Gedung SMP Pancasila, sebuah sekolah swasta di Kecamatan Mojowarno, tampak dalam kondisi memprihatinkan. Plafon dan atap di sejumlah ruang kelas nyaris ambruk, memunculkan kekhawatiran akan keselamatan para siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Menanggapi laporan masyarakat, Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Selasa siang (1/7/2025).

Dalam tinjauannya, Sumardi melihat langsung bagaimana kayu penyangga di atap bangunan sudah rapuh, banyak yang berlubang, dan jelas tidak lagi layak untuk digunakan. Kondisi ini makin parah karena selama musim hujan, banyak titik bocor yang mempercepat kerusakan bangunan.

“Saya sangat prihatin. Ini sekolah, tempat anak-anak menimba ilmu, tapi kondisinya justru mengancam keselamatan. Ini harus segera ditangani,” ujar Sumardi.

Sumardi menandaskan, Komisi A DPRD Jawa Timur akan berkoordinasi lebih lanjut untuk mendorong adanya bantuan konkret bagi sekolah ini. Ia berharap, sebelum tahun ajaran baru dimulai, ada langkah cepat yang bisa diambil agar para siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.

Gedung sekolah tersebut merupakan milik yayasan dan tercatat belum pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi secara menyeluruh. Akibatnya, hampir semua ruang kelas menunjukkan kerusakan yang cukup serius.

Sutikno, salah satu pengurus yayasan yang menaungi SMP Pancasila, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengungkapkan, pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya mencari bantuan dari berbagai pihak. Namun, karena belum ada realisasi perbaikan, sekolah terpaksa tetap memanfaatkan ruang-ruang yang ada untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kami tahu ini tidak layak, tapi tidak ada pilihan. Proses belajar mengajar tetap harus jalan, meskipun kenyamanan dan keselamatan jelas terganggu,” kata Sutikno.

Sementara itu, warga sekitar juga turut menyuarakan keprihatinannya. Sutarmi (48), salah satu warga yang tinggal tak jauh dari sekolah, menyebut dirinya sering melihat bagian atap sekolah tampak bergoyang saat angin kencang.

“Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Anak-anak ini datang untuk belajar, bukan untuk menghadapi risiko bangunan roboh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Rohman (52), warga lainnya. Menurutnya, meski sekolah ini swasta, seharusnya tetap mendapat perhatian dari pemerintah, apalagi sudah berkontribusi dalam mendidik anak-anak di desa.

“Kalau nunggu bangunan roboh dulu baru dibantu, itu sudah terlambat. Kami harap ini segera ditindaklanjuti,” tegasnya. (wie)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular