Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiSerba-SerbiTiga Santri Kabur karena Diduga Dibully, Ditemukan Damkar Mojoagung dan Dibujuk Kembali...

Tiga Santri Kabur karena Diduga Dibully, Ditemukan Damkar Mojoagung dan Dibujuk Kembali ke Ponpes

Jombang-(satujurnal.com)
Tidak semua yang disebut ‘darurat’ itu soal api.
Bagi petugas pemadam kebakaran, panggilan tugas kerap datang dari arah yang tak terduga. Kadang soal ular masuk rumah, kadang soal kecelakaan di jalan. Tapi di Mojoagung, Selasa (21/7/2025), itu soal tiga bocah santri yang kabur dari pesantren karena merasa tertekan.

Bukan kobaran api yang mereka jinakkan hari itu, melainkan kegelisahan tiga anak yang memilih melarikan diri. Dan lagi-lagi, Damkar Mojoagung menunjukkan kepercayaan masyarakat memang tak pernah terbatas pada urusan kebakaran.

Selasa pagi, sekitar pukul 6:00 WIB, petugas Damkar Mojoagung menerima laporan dari warga. Tiga santri masih usia sekolah dasar dilaporkan kabur dari pondok pesantren di Kecamatan Sumobito. Mereka diduga melarikan diri lantaran merasa kerap diperintah dan diperlakukan kasar oleh kakak kelas.

“Kami terima laporan dari masyarakat, langsung kami tindak lanjuti,” kata Reza Maulana, petugas Damkar Mojoagung.

Beberapa jam setelah pencarian, ketiganya ditemukan di kawasan Mojoagung. Mereka sedang menumpang becak, berusaha menuju rumah masing-masing. Para santri itu adalah AFH (12), AH (10) asal Wonosalam, dan MK (12) asal Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mereka mengaku memang tak betah di pondok. Perintah yang berlebihan, ditambah perlakuan kasar dari kakak kelas, bahkan dipukul oleh kakak kelas di pesantren menjadi alasan mereka nekat kabur.

Mereka diajak di kantor Damkar Mojoagung, petugas mengedukasi dan melakukan pendampingan. Mengajak ketiganya berbincang, memberikan pengertian, dan membujuk dengan pendekatan humanis. Hasilnya, ketiganya bersedia kembali ke pesantren. Pihak pengurus pondok pun dihubungi dan datang menjemput mereka.

Reza bertutur, di tengah tugas utama memadamkan api, tak sedikit masyarakat berharap lebih pada petugas Damkar.

“Kami kerap jadi sandaran dalam berbagai situasi darurat, termasuk yang tak tercantum dalam buku tugas,” akunya.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular