Jombang-(satujurnal.com)
Kecintaan Slamet Mujiono (43), warga Dusun Krenggan, Desa Kauman, Ngoro, Jombang, terhadap film lawas ternyata tak sekadar jadi nostalgia, tapi juga jadi peluang usaha yang menjanjikan.
Semua berawal saat Slamet duduk di bangku kelas 6 SD. Kala itu, ia diajak seorang kenalan untuk menjadi operator proyektor film manual yang masih memakai kaset gulungan. Dari situ, benih kecintaannya terhadap dunia proyeksi film jadul tumbuh. Kini, ia kembali menekuni hobi lamanya, sekaligus menghidupkan kembali kenangan masa lalu lewat layar tancap.
“Kalau proyektornya saya beli dari orang Kandangan, Kediri. Kaset gulungannya cari di grup medsos,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Satu unit proyektor ia dapatkan seharga Rp 2,7 juta, sedangkan satu judul kaset film dibanderol Rp 800 ribu. Sampai sekarang, ia sudah punya tiga unit proyektor dan sekitar 80 judul film lawas, mulai film Indonesia era Warkop hingga film luar negeri dari tahun 1970-an sampai awal 2000-an.
Yang menarik, alat-alat itu tak hanya jadi koleksi. Slamet juga menyewakannya. Menjelang Agustusan seperti sekarang, permintaan meningkat tajam.
“Agustus ini ada tiga tempat yang pesan tanggal 16, satu lagi di tanggal 24,” katanya.
Harga sewa proyektor dibanderol Rp 800 ribu untuk wilayah Ngoro, dan bisa lebih dari Rp 1 juta untuk luar daerah, tergantung jarak. Lewat media sosial, Slamet gencar promosi. Ia berharap, generasi muda bisa kembali mengenal sensasi nonton film dari proyektor gulungan yang dulu pernah jadi raja hiburan rakyat.(rial)



