Jakarta-(satujurnal.com)
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden pembubaran ibadah yang menimpa umat Kristen di Sukabumi dan Padang. Dilansir dari situs resmi Kemenag, kejadian tersebut, menurut Nasarudin mencerminkan bahwa perjalanan bangsa dalam membangun kedewasaan beragama masih menghadapi tantangan serius.
“Saya sangat menyesalkan terjadinya insiden-insiden tersebut. Itu menandakan bahwa kita masih punya pekerjaan besar dalam membangun kedewasaan spiritual dan sosial,” ujar Nasaruddin
saat menerima rombongan peserta Silaturahmi Nasional (Silatnas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Lembaga Keagamaan di Masjid Istiqlal, Selasa (5/8/2025).
Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut
menegaskan bahwa insiden seperti itu tidak boleh dibiarkan menjadi pola. Ia menyerukan pentingnya memperluas pemahaman agama yang inklusif dan membebaskan umat dari sekat-sekat kecurigaan.
“Semakin dalam seseorang memahami agamanya, semakin besar kemungkinannya untuk merangkul, bukan menyingkirkan. Inti seluruh ajaran agama adalah cinta, bukan kebencian,” cetusnya.
Menteri Agama juga memperkenalkan Kurikulum Cinta, sebuah pendekatan pendidikan lintas iman yang digagas Kementerian Agama untuk menanamkan nilai kasih, welas asih, dan penghargaan terhadap sesama sejak usia dini.
Silatnas FKUB dan Lembaga Keagamaan yang diinisiasi Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama berlangsung di Serpong 5 – 7 Agustus 2025 diikuti lebih dari 350 peserta dari seluruh provinsi. Mereka terdiri atas para tokoh agama (pusat dan daerah), pengurus FKUB 38 provinsi, para Kepala Kanwil Kementerian Agama provinsi, Ketua Tim Kerja KUB, serta sejumlah pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama.
Kegiatan dibuka dengan kunjungan ke dua tempat ibadah yang berdampingan di jantung ibu kota, Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal. Simbol kebersamaan itu diharapkan bukan hanya menjadi pemandangan indah di atas peta, tetapi juga hidup dalam cara masyarakat memperlakukan satu sama lain. (one/kmg)



