Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiSerba-SerbiKenangan Kampus Kapasari Dibukukan, Alumni Stikosa AWS '83 Rayakan Reuni

Kenangan Kampus Kapasari Dibukukan, Alumni Stikosa AWS ’83 Rayakan Reuni

Pasuruan-(satujurnal.com)
Temu kangen alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) angkatan 1983 terasa berbeda kali ini. Bertempat di Djoglo Kramat, Desa Pleret, Pohjentrek, Pasuruan pada Minggu (14/9), acara tersebut juga menjadi momentum peluncuran buku kumpulan puisi dan esai bertajuk “Kukenang Kampus Kapasari.”

Buku setebal 144 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Meja Tamu Sidoarjo. Nama-nama penulisnya tak asing di kalangan alumni: untuk puisi ada Fauki, Asnawita, Bambang Eko Mei, IBM Sila Pawana, Kris M, Mochamad Sobri, Nowo Satrio, Puri Suryandari, Sudarsono, hingga Tulus Widarsasi. Sedangkan untuk esai, tercatat Agus Tolino, Ana Legowo, Anang Wahyudi, Burhanudin, Dwi Afiati, IBM Sila Pawana, Kris M, Sudarsono, Puri Suryandari, Nowo Satrio, Dien Farida, Syaiful Islam, hingga Lilik.

Sebagai kampus komunikasi pertama di kawasan Indonesia Timur, lulusan Stikosa AWS memang banyak berkiprah sebagai wartawan, praktisi humas, maupun profesional komunikasi. Mereka tersebar di berbagai kota, dari Surabaya, Malang, Pamekasan, Mataram NTB, hingga luar Jawa. Sekitar 30 alumni hadir dalam acara kali ini.

Kris Mariyono, salah satu penggagas buku, menyebut bahwa kampus lama Akademi Wartawan Surabaya (AWS) di Jalan Kapasari menyimpan kenangan mendalam. Meski bangunannya sederhana, dari sinilah lahir banyak wartawan nasional. Kini gedung itu masih berdiri, digunakan sebagai SMA Atma Widya di bawah Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur yang juga menaungi Stikosa AWS. Kris Mariyono adalah mantan reporter RRI Surabaya dan juga Ketua komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas).

Dr. Dhimam Abror Djuraid, salah satu alumni angkatan ’83, memberikan apresiasi khusus untuk buku ini. Dalam kata pengantar ia menulis, “Akademi Wartawan Surabaya ibarat lesung dan alu. Mahasiswanya adalah padi-padi yang saling bergesekan, ditempa dengan keras oleh pengalaman para dosen yang menjadi alu kokoh.”

Sejumlah wartawan senior juga ikut menyumbangkan tulisan, di antaranya Erfandi Putra, Wakil Ketua Yayasan Stikosa-AWS 83 sekaligus Pemimpin Umum harian Global News, serta Amang Mawardi (AWS ’75), pekerja literasi yang sudah menerbitkan 17 buku esai budaya.(one/sst)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular