Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoWali Kota Mojokerto Dorong UMKM Mamin Rampungkan E-Katalog Versi 6

Wali Kota Mojokerto Dorong UMKM Mamin Rampungkan E-Katalog Versi 6

Mojokerto-(satujurnal.com)
Diskopukmperindag Kota Mojokerto menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi bagi penyedia jasa makanan dan minuman (mamin), Selasa (14/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM lokal agar dapat beradaptasi dengan sistem pengadaan berbasis digital melalui E-Katalog versi 6.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, berharap seluruh penyedia jasa mamin segera menuntaskan proses pendaftaran hingga tahap final di E-Katalog. Langkah ini, kata dia, menjadi prasyarat penting dalam integrasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

“Bagi yang belum mengikuti proses sampai final di E-Katalog, harapan saya pada 2026 nanti sudah bisa menjadi penyedia resmi di Pemkot,” ujar Ning Ita, sapaan akrabnya.

Ia juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang saat ini sedang tidak stabil, ditambah adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah program pembangunan yang direncanakan tahun 2026.

“Pemangkasan yang luar biasa, apalagi untuk kota kecil seperti Mojokerto yang masih menggantungkan APBD dari dana pusat,” jelasnya.

Menurut Ning Ita, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memberikan arahan agar setiap daerah tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi meski anggaran terbatas. Salah satu caranya, dengan memaksimalkan peran UMKM dalam belanja pemerintah daerah.

“Saya optimis karena selama lima tahun terakhir, ada 27.900 UMKM yang menjadi fokus kami dalam program pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Ia menegaskan, pembagian pekerjaan atau proyek penyediaan mamin dari APBD sebaiknya lebih merata agar tidak hanya didominasi oleh sebagian kecil UMKM besar.

“Supaya tidak hanya 2, 3, atau 10 UMKM besar yang mendapat pekerjaan dari Pemkot, tapi lebih banyak pelaku usaha yang bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Saat ini, jumlah UMKM penyedia jasa mamin di Kota Mojokerto mencapai sekitar 16 ribu, namun belum semuanya siap menjadi penyedia pemerintah karena masih menghadapi kendala administratif.

“Masih banyak yang berproses, jadi tolong ikuti sampai tuntas agar bisa memenuhi semua persyaratan,” pungkasnya.(one/tm)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular