Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoKota Mojokerto Masuk Tahap Akhir KI Awards 2025, Ning Ita Paparkan Inovasi...

Kota Mojokerto Masuk Tahap Akhir KI Awards 2025, Ning Ita Paparkan Inovasi Transparansi Publik

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto resmi melaju ke tahap terakhir penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KI) Awards 2025 yang digelar oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur. Dalam momen itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menghadirkan tata kelola yang terbuka, inklusif, transparan, dan berdaya saing.

Lewat sambungan daring bersama jajaran Komisioner KI Jatim pada Kamis (23/10/25), wali kota yang akrab disapa Ning Ita memaparkan berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan Pemkot Mojokerto dalam memperkuat keterbukaan informasi publik.

“Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya memastikan seluruh layanan informasi publik bisa diakses dengan mudah, cepat, dan merata. Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tapi komitmen kami untuk mewujudkan pemerintahan yang partisipatif dan akuntabel,” tegas Ning Ita.

Ia menjelaskan, komitmen itu sudah diterapkan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), hingga peningkatan kapasitas aparatur lewat berbagai pelatihan dan monitoring berkelanjutan.

Tak berhenti di situ, Pemkot Mojokerto juga terus melahirkan inovasi agar keterbukaan informasi makin menjangkau masyarakat luas. Salah satu yang terbaru dan cukup menarik perhatian adalah program Duta Keterbukaan Informasi, yang melibatkan para pelajar. Program ini merupakan lanjutan dari PPID Road to School, untuk menumbuhkan kesadaran transparansi sejak usia sekolah dan mengajak generasi muda terlibat aktif dalam budaya keterbukaan pemerintahan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Mojokerto berharap bisa mempertahankan predikat sebagai salah satu daerah dengan implementasi keterbukaan informasi terbaik di Jawa Timur.

“Kami berharap keterbukaan informasi ini tidak hanya berhenti sebagai penghargaan administratif, tapi benar-benar menjadi budaya kerja seluruh ASN dalam memberikan pelayanan publik yang transparan dan responsif,” tutup Ning Ita.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular