Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPemkot Mojokerto Deklarasikan Gerakan Digital Sehat Tanpa Judol

Pemkot Mojokerto Deklarasikan Gerakan Digital Sehat Tanpa Judol

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan komitmen kuat untuk memerangi praktik judi online (judol) yang belakangan makin marak dan meresahkan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, dalam kegiatan Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Judi Online bertajuk “Digital Sehat Tanpa Judol”, yang digelar di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan serentak anti-judi online di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Tujuannya membangun kesadaran publik tentang bahaya judi online yang bisa merusak sendi kehidupan sosial, ekonomi, bahkan ketahanan keluarga.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Polres Mojokerto Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, serta diikuti seluruh OPD di lingkungan Pemkot Mojokerto dan masyarakat umum secara daring.

Dalam sambutannya, Gaguk menyoroti bagaimana era digital membawa tantangan besar, termasuk kemudahan akses ke situs judi online.

“Era digital ini punya dua sisi. Ada manfaat, tapi juga risiko besar. Judi online adalah salah satunya. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama—tidak hanya dari pemerintah, tapi juga masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada kisah sukses dari dunia judi online.

“Tidak ada orang yang kaya karena judi online. Semua sistemnya sudah diatur untuk membuat pemain kalah. Akibatnya, banyak yang depresi, bercerai, terlilit utang, bahkan sampai nekat melakukan tindak kriminal,” tegasnya.

Mengutip data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, sejak 20 Oktober 2024 hingga 23 April 2025 tercatat lebih dari 1,3 juta konten judi online telah ditangani. Angka itu, kata Gaguk, menunjukkan betapa seriusnya ancaman judi online bagi masyarakat Indonesia.

“Ini ancaman sosial yang nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Judi online hanya bisa diberantas kalau tidak ada yang tergoda untuk bermain. Mari kita mulai dari diri sendiri,” ujarnya lagi.

Menutup sambutannya, Gaguk mengajak semua pihak untuk aktif melindungi diri dan lingkungan sekitar dari bahaya judi online.

“Jangan buka situsnya, jangan ikut bermain, dan ajak anak-anak kita menjauhinya. Sampaikan bahayanya kepada orang-orang di sekitar kita,” pesannya.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular