Jombang-(satujurnal.com)
Memasuki musim pancaroba dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrem, masyarakat Kabupaten Jombang mulai merasa waswas. Pasalnya, sejumlah penyakit tropis seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), hingga gangguan pencernaan kembali meningkat dalam sebulan terakhir.
Kondisi ini juga terlihat di RSUD Jombang, yang kini tengah menangani lonjakan pasien penyakit tropis. Sebagian pasien bahkan harus menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap karena gejalanya cukup berat.
“Penyakit yang paling banyak muncul saat ini adalah gangguan saluran pernapasan, pencernaan, dan DBD,” jelas Puji Umbaran, Direktur RSUD Jombang, Selasa (4/11/2025).
“Memang ada peningkatan dibanding bulan lalu, tetapi secara kumulatif di tahun 2025 ini justru ada penurunan dibanding tahun 2024,” tambahnya.
Puji mengungkapkan, untuk periode pancaroba tahun ini, pasien penyakit tropis didominasi oleh anak-anak dan remaja. Meski begitu, warga usia dewasa juga perlu waspada karena daya tahan tubuh yang menurun bisa membuat siapa saja rentan terinfeksi.
Kasus ISPA menjadi perhatian khusus pihak rumah sakit. “Kami menangani cukup banyak kasus berat. Tren bulan ke bulan meningkat, namun secara total masih lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Selain ISPA dan DBD, kasus diare juga masih cukup tinggi, meski cenderung menurun dibanding tahun 2024. Menurut Puji, hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan langkah pencegahan mulai membaik.
“Yang terpenting adalah langkah promotif dan preventif harus terus dimaksimalkan. Jangan menunggu sakit baru ke rumah sakit. Pencegahan itu kuncinya,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSUD Jombang telah menyiapkan peralatan dan sistem layanan yang lebih sigap. Mulai dari alat deteksi dini di IGD, penanganan kegawatdaruratan, hingga sistem transportasi pasien menuju ruang perawatan telah disiagakan.
“Hari ini kami merawat tujuh pasien DBD. Satu di antaranya anak-anak dengan kondisi cukup berat dan sedang kami tangani secara intensif di ruang PICU,” tutur Puji.
Dengan kesiapsiagaan tenaga medis dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan tren penyakit tropis di musim pancaroba ini bisa terus menurun dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. (rial)



