Tuesday, October 6, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoProgram STAR Dimulai, Orang Tua dan Remaja Diajak Bangun Kembali Ruang Dialog

Program STAR Dimulai, Orang Tua dan Remaja Diajak Bangun Kembali Ruang Dialog

Mojokerto-(satujurnal.com)
Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) mulai mengetuk pintu-pintu kelurahan di Kota Mojokerto. Pada Senin (17/11), dua kelurahan, Pulorejo dan Surodinawan, menjadi titik awal sosialisasi.

Program yang terdiri dari empat sesi ini mengusung misi pedagogik. Membangun komunikasi yang hangat, saling mendengar, dan saling memahami sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Di ruang-ruang pertemuan kelurahan, para orang tua dan remaja diajak melihat kembali pola pengasuhan yang selama ini berjalan, lalu merajut pola baru yang lebih sesuai dengan tantangan era digital.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa STAR merupakan jawaban atas kebutuhan zaman. “STAR ini sudah kita launching, dan tahun 2026 baru akan berjalan efektif seperti SOTH kemarin, tetapi dengan sasaran berbeda,” ujarnya.

Setiap kelurahan ditargetkan melibatkan sekitar 50 orang tua dan 50 remaja. Menurut Ning Ita, banyak persoalan remaja berakar dari pola komunikasi yang tak lagi nyambung dengan ritme kehidupan mereka.

“Selama ini kita temukan masih banyak kondisi di mana orangtua tidak memahami karakteristik remaja, sehingga menimbulkan berbagai persoalan,” jelasnya.

Dalam program ini, dokter, psikolog, dan BNN hadir sebagai pendamping. Mereka akan mengupas perkembangan emosional, tekanan sosial, hingga bagaimana media sosial dapat menjadi medan risiko jika tidak dipahami dengan baik. STAR diharapkan menjadi jembatan, menghubungkan generasi yang tumbuh dengan buku dan generasi yang tumbuh dengan gawai.

“Model pola asuh dulu sudah tidak bisa diterapkan sekarang. Orangtua harus mau mendengar dan menyesuaikan diri dengan zaman anaknya, termasuk dalam menghadapi pengaruh media sosial,” tegas Ning Ita.

Data kependudukan mencatat remaja di Kota Mojokerto mencapai 16,47 persen dari total penduduk. Proporsi ini mungkin tidak besar, tetapi bobot tanggung jawabnya sangat besar: mereka adalah calon pemimpin, pekerja, warga, dan penentu masa depan kota.

“Ini sejalan dengan cita pertama dalam Panca Cita Kota Mojokerto yakni Peningkatan Kualitas SDM. Remaja kita harus sehat, berpendidikan, dan memiliki karakter kuat,” tambah Ning Ita.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular