Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPembinaan ASN DinkesPPKB, Ning Ita Soroti Risiko Stagnasi Kinerja

Pembinaan ASN DinkesPPKB, Ning Ita Soroti Risiko Stagnasi Kinerja

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian bertajuk “Ning Ita Sinar ASN (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN Be-AKHLAK)” sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya aparatur secara konsisten dan berkelanjutan. Kegiatan ini digelar pada Senin (17/11) di Ruang Sabha Mandala Madya dan diikuti oleh ASN Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kota Mojokerto.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto menekankan pentingnya penguatan kompetensi, ketanggapan, serta pemahaman ASN terhadap dinamika birokrasi guna memastikan kualitas layanan publik tetap optimal.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam arahannya menyampaikan bahwa ASN kerap terjebak dalam rutinitas kerja yang berpotensi menurunkan kewaspadaan dan sensitivitas terhadap perubahan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diantisipasi agar kinerja birokrasi tidak stagnan.

“Apa yang kita lakukan lima tahun lalu bisa jadi sekarang tidak perlu lagi. Apa yang dua tahun lalu menjadi prioritas, sekarang bisa jadi tidak relevan. Karena itu peningkatan kapasitas dan kompetensi harus terus dilakukan. ASN harus mau adaptif terhadap perubahan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan aparatur tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial, melainkan instrumen penting untuk menjaga birokrasi tetap relevan, produktif, dan responsif terhadap tuntutan pelayanan publik.

Wali kota juga menegaskan bahwa kegiatan coaching merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas kinerja ASN. Menurutnya, masih dibutuhkan progres dan evaluasi rutin untuk memastikan indikator sumber daya manusia aparatur mencapai hasil maksimal.

“Kalau memang berdasarkan indikator-indikator kinerja ASN Kota Mojokerto sudah baik semua, saya tentu lebih senang. Artinya tanpa pembinaan seperti ini pun kinerjanya sudah apik kabeh,” ujarnya.

Ia mengibaratkan birokrasi sebagai kendaraan yang membutuhkan perawatan berkala demi menjaga performanya.

“Mesin penggerak birokrasi itu ya ASN. Tanpa ASN, pemerintahan tidak akan pernah bisa berjalan. Maka mesin ini harus prima—kapan ganti oli, kapan ban harus direbalancing, semuanya harus dicek,” tuturnya.

Pemkot Mojokerto menegaskan bahwa kegiatan pembinaan semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkala untuk memastikan kualitas birokrasi tetap terjaga dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular