Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPagelaran Wayang Buka Mojo Festival 2025: Hari Wayang Sedunia dan HUT Korpri...

Pagelaran Wayang Buka Mojo Festival 2025: Hari Wayang Sedunia dan HUT Korpri ke-54 Jadi Satu Panggung

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto resmi membuka Mojo Festival 2025 melalui pagelaran wayang kulit lakon “Pandawa Syukur” di Taman Bahari Majapahit (TBM), Kamis malam (20/11/2025).
Pembukaan ini sekaligus untuk memperingati Hari Wayang Sedunia dan HUT Korpri ke-54.

Kemeriahan dibuka dengan penampilan tari Remo, diiringi Gending Pangkur Surabaya. Penari tunggal pria menampilkan gerakan tegas dan ekspresif, memukau penonton yang memadati TBM. Suasana malam berubah dari khidmat menjadi megah, menandai dimulainya rangkaian festival budaya selama empat hari.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka festival dengan pemotongan tumpeng, tradisi Jawa sebagai simbol syukur dan harapan baik. Potongan pertama diberikan kepada Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Lina Desriana, yang juga ketua panitia Mojo Festival 2025.

Sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit, Ning Ita, sapaan populer Wali Kota Ika Puspitasari, menyerahkan ‘salah satu tokoh pewayangan kepada dalang RM Akbar Syahalam.

“Kita akan menikmati pagelaran wayang sampai dengan dini hari nanti dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia sekaligus Hari Ulang Tahun Korpri ke-54 dan pembukaan Mojo Festival 2025 dimana rangkaian kegiatan dimulai pada malam hari ini hingga nanti tanggal 23 November,” ujar Ning Ita

“Selain wayang kulit, akan ada lomba fashion batik, Mojo Art Exhibition, Mojo Kuliner, pemilihan Duta Batik dan Duta Koperasi, serta pengundian Mojo Fiesta 2025 berhadiah umrah. Semua ini untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Korpri ke’54 dan Mojo Festival 2025.” cetusnya.

Ia berharap rangkaian acara itu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, sekaligus melestarikan warisan budaya yang masih abadi, yakni wayang dan batik. “Semoga melalui kegiatan ini masyarakat Kota Mojokerto semakin cinta pada budayanya,” ujarnya.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada dalang RM Akbar Syahalam, dalang muda asal Nganjuk lulusan ISI Surakarta yang menampilkan gaya pedalangan yang memadukan unsur klasik dan modern. Ia tampil bersama sinden Proborini dan pelawak tradisional Andik TB.

Kehadiran Forkompimda, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, kepala OPD, camat dan lurah, kepala sekolah seluruh jenjang, serta ‘Gubug Wayang dan Dewan Kebudayaan Daerah menunjukkan dukungan luas terhadap festival budaya tersebut.

Lakon yang dipentaskan mengisahkan keberhasilan Pandawa membuka Hutan Wanamarta dan mendirikan Negara Amarta. Sebagai bentuk syukur, mereka menggelar Sesaji Raja Suya, tetapi dihadang Prabu Jarasanda yang menuntut tumbal seratus raja. Dengan bantuan Sri Kresna, Pandawa menaklukkan Jarasanda dan membebaskan para tawanan, kisah tentang pertaruhan, pengorbanan, dan kemenangan.

Panitia menjelaskan bahwa Mojo Festival 2025 dirancang sebagai wadah strategis yang mempertemukan seni, budaya, ekonomi rakyat, dan potensi lokal. Festival ini diharapkan menjadi etalase penguatan identitas Kota Mojokerto sebagai kota dengan akar sejarah Majapahit yang kuat.

Mojo Festival 2025 terbuka untuk umum hingga 23 November 2025. Pemerintah Kota mengajak seluruh warga ikut meramaikan kegiatan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular