Mojokerto-(satujurnal.com)
Tekanan harga pangan yang terus merayap menjelang Natal dan Tahun Baru membuat pemerintah harus turun tangan cepat. Di Kota Mojokerto digelar pasar murah, di Pasar Ketidur. Kamis (11/12/2025).
Pasar murah bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) hasil kolaborasi Pemprov Jatim dengan Pemkot Mojokerto, Bakorwil Bojonegoro, dan UPT Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim merupakan
bagian dari strategi stabilisasi pangan oleh pemerintah daerah.
Wali Kota Ika Puspitasari saat meninjau langsung GPM di Pasar Ketidur menyebut program ini juga tersambung dengan rangkaian operasi pasar melalui 18 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di bawah Diskopukmperindag, sebagai upaya menahan inflasi lokal dan menjaga daya beli masyarakat di periode permintaan tinggi.
“Hari ini kami meninjau secara langsung gerakan pangan murah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.
Menurutnya, kecenderungan peningkatan permintaan pada masyarakat menjelang Nataru adalah alasan pemerintah melakukan intervensi cepat melalui GPM, sehingga lonjakan harga tidak memukul ekonomi rumah tangga.
Intervensi ini menghadirkan komoditas pokok dengan harga ditekan ketat sebagai tameng ekonomi bagi warga di tengah potensi gejolak harga akhir tahun.
Beras premium dipatok Rp14.600/kg, beras medium Rp11.000/kg, gula pasir Rp16.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, telur ayam Rp24.000/pak, dan cabai rawit Rp18.000/200 gram.
“Pasar murah ini tidak hanya menyediakan komoditas terjangkau, tetapi juga melibatkan KKMP, UMKM, Gapoktan, dan Pokdatan untuk memastikan rantai pasok lokal tetap kuat dan ketersediaan pangan stabil,” cetus Ning Ita, sapaan karib Wali Kota Ika Puspitasari.(one/hms)



