Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoSiapkan Wisata Petik Jeruk TBM, Pemkot Mojokerto Perkuat Kapasitas Petani Lewat Pelatihan...

Siapkan Wisata Petik Jeruk TBM, Pemkot Mojokerto Perkuat Kapasitas Petani Lewat Pelatihan Teknis

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menetapkan penguatan budidaya jeruk di bantaran Sungai Ngotok sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM), dengan menyiapkan wisata petik jeruk terintegrasi susur sungai melalui pelatihan teknis berbasis produktivitas dan kualitas hasil.

Kebijakan tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Jeruk yang digelar di PLUT Maja Citra Kinarya sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani sekaligus menyiapkan jeruk TBM menjadi produk hortikultura unggulan daerah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi bersama para petani jeruk di Kantor Kelurahan Pulorejo pada November 2025 lalu.

“Kita sudah diskusi awal di sana, kemudian saya tindaklanjuti apa yang menjadi kebutuhan panjenengan dengan melakukan kegiatan pelatihan di penghujung tahun ini. Artinya panjenengan sampun mendapatkan ilmu bagaimana supaya jeruk yang kita tanam di Bantaran Sungai Ngotok ini seperti harapan kita bersama. Buahnya bisa lebat, juga manis,” kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota, Sabtu (13/12/2025).

Ia menegaskan, wisata petik jeruk menjadi salah satu segmen penting dalam pengembangan TBM yang terintegrasi dengan wisata susur sungai. Menurutnya, meskipun luasan lahan jeruk di Kota Mojokerto terbatas, pengelolaan yang tepat akan menghasilkan nilai ekonomi dan daya tarik wisata yang signifikan.

“Lahannya memang tidak luas, tapi kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa maksimal. Jeruk ini bisa menjadi kebanggaan sekaligus mendukung pariwisata Kota Mojokerto,” tegasnya.

Untuk mendukung geliat kawasan TBM, Pemkot Mojokerto juga telah menggelar berbagai kegiatan pemantik kunjungan, mulai dari event fun run hingga kegiatan kepramukaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Mojokerto Novi Raharjo menjelaskan, Pelatihan Budidaya Jeruk dilaksanakan selama dua hari, 9 Desember dan 23 Desember 2025. Materi pelatihan mencakup pengolahan lahan, perawatan tanaman, rekayasa tanaman, hingga pengendalian hama.

“Panen pertama dan kedua biasanya masih masam atau kecut. Namun pada panen ketiga kualitas bisa ditingkatkan menjadi lebih manis melalui berbagai intervensi dan rekayasa tanaman yang telah diajarkan oleh narasumber,” jelas Novi.

Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada penguatan konsep agrowisata, mengingat kebun jeruk berada di dalam kawasan pariwisata TBM.

“Hari ini temanya adalah agrowisata. Artinya mengaitkan lingkupnya teman-teman ini dengan pariwisata, mengingat lahan jeruk ini berada di kawasan Taman Bahari Mojopahit,” imbuhnya.

Saat ini, kawasan petik jeruk di bantaran Sungai Ngotok dikelola oleh enam kelompok petani jeruk, terdiri dari empat kelompok di sisi selatan sungai dalam kawasan TBM dan dua pengelola di sisi utara sungai.

Dalam kegiatan tersebut, dua anggota DPRD Kota Mojokerto dari Partai Gerindra turut hadir dan berdiskusi langsung dengan para petani peserta pelatihan.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular