Sunday, October 11, 2026
spot_img
HomeUncategorizedTBM Disiapkan sebagai Kawasan Penyangga KSPN Majapahit di Mojokerto Raya

TBM Disiapkan sebagai Kawasan Penyangga KSPN Majapahit di Mojokerto Raya

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan Taman Bahari Mojopahit (TBM) sebagai kawasan penopang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, dalam kerangka pengembangan kawasan Mojokerto Raya. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Focus Group Discussion (FGD) Kepariwisataan di Gedung Co Working Space TBM, Kecamatan Prajuritkulon, Senin (15/12/2025).

Ning Ita, sapaan karib
Wali kota, menegaskan, pengembangan TBM tidak diarahkan sebagai destinasi tunggal, melainkan bagian dari ekosistem pariwisata kawasan yang terhubung langsung dengan KSPN Majapahit.

“Yang kita bangun bukan hanya pariwisata Kota Mojokerto, tetapi Mojokerto Raya. Kebesaran Majapahit adalah potensi kawasan, bukan milik satu wilayah administratif,” tegasnya.

Lebih lanjut Ning Ita mengatakan, TBM dikembangkan sebagai kawasan penyangga KSPN melalui penguatan wisata berbasis masyarakat, di antaranya wisata susur sungai dan wisata petik jeruk di bantaran anak Sungai Brantas.

“Saat ini terdapat lima kelompok masyarakat yang mengelola sekitar 12,7 hektare lahan dengan puluhan ribu pohon jeruk. Ini kami siapkan sebagai bagian dari rantai destinasi pendukung KSPN Majapahit,” ujarnya.

Melalui FGD tersebut, Pemkot Mojokerto mendorong sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta kolaborasi antarpelaku pariwisata guna membangun Mojokerto Raya sebagai satu kawasan wisata budaya Majapahit yang terintegrasi di Jawa Timur.

Sementara itu, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata RI Dwi Marhen Yono menyatakan, posisi TBM sebagai destinasi pendukung KSPN Majapahit membuka peluang besar untuk masuk dalam travel pattern wisata Jawa Timur, dengan catatan memiliki atraksi budaya yang konsisten dan terjadwal.

“TBM bisa masuk travel pattern Jawa Timur, tetapi harus ada atraksi budaya setiap hari agar wisatawan memiliki alasan kuat untuk singgah dan menetap,” ujarnya.

Marhen menambahkan, wisata budaya merupakan alasan utama kunjungan wisatawan ke Indonesia, sehingga penguatan narasi dan atraksi Majapahit dinilai sejalan dengan kebijakan pengembangan pariwisata nasional.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular